KABAR FIKKIA — Aula Kampus Mojo menjadi saksi penutupan kegiatan kolaborasi antara Universiti Malaysia Terengganu (UMT) dan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam agenda Pengabdian Masyarakat Internasional (Pengmas). Penutupan pada Sabtu, (28/11/2025) menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas negara.
Tari Jaran Goyang sebagai Simbol Kekayaan Budaya Banyuwangi

Penutupan kegiatan disuguhkan dengan penampilan Tari Jaran Goyang, salah satu kesenian tradisional khas ujung timur Pulau Jawa. Tarian yang dikenal dengan gerakan enerjik dan penuh makna ini berhasil memikat perhatian mahasiswa UMT.
Sebagai simbol kekayaan budaya Banyuwangi, Tari Jaran Goyang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penegasan komitmen masyarakat untuk melestarikan seni tradisi. Penampilan para penari dengan kostum khas dan iringan musik tradisional menciptakan suasana meriah sekaligus sakral, menandai berakhirnya acara dengan penuh kebanggaan.
Dalam sambutannya, dr. Muhammad Nazmuddin, M.Sc. sebagai dosen penanggung jawab kegiatan pengmas ini menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara seperti ini bukan hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara. Mahasiswa dari UMT dan UNAIR telah bersama-sama turun ke masyarakat, belajar sekaligus berbagi. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan semakin luas cakupannya,” ujar faculty ambassador tersebut.
Sementara itu, Wakil Dekan 3 FIKKIA UNAIR, Susy Katikana Sebayang, SP., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya keberlanjutan program ini.
“Kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan UMT. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperkaya pemahaman budaya dan nilai kemanusiaan. Harapan kami, kerja sama ini menjadi fondasi untuk program-program internasional berikutnya,” tutur Susy.
Kesan Mendalam dari Mahasiswa UMT

Suasana semakin hangat ketika dua perwakilan mahasiswa UMT diminta menyampaikan kesan mereka.
“Saya sangat senang sekali bisa berkunjung di Banyuwangi untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di sini. Orang-orangnya ramah dan penuh perhatian, membuat kami merasa diterima dengan hangat,” ujar Alia Syafiqah Binti Abdul Hameed dengan penuh semangat
“Terima kasih banyak untuk FIKKIA UNAIR yang telah memberikan kesempatan luar biasa bagi saya dan teman-teman UMT. Kami bisa belajar, berkontribusi, sekaligus mengenal budaya Banyuwangi yang unik. Saya berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin berkembang,” kata Ayob Bin Zambesi menambahkan
Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Terutama dengan teman teman mahasiswa UKM Konservasi dan Pecinta Alam yang menemani mereka selama tiga hari di Banyuwangi. Kembalinya mahasiswa UMT menandai berakhirnya kegiatan dengan rasa kebersamaan. Harapannya, kolaborasi dan pertemanan yang lebih erat tetap terjalin di masa mendatang.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
