KABAR FIKKIA – On The Job Training (OJT) FIKKIA UNAIR 2025 resmi ditutup Jumat (23/5/2025). Kegiatan penutupan berselimut rasa hangat kekeluargaan berlangsung dengan penyerahan sertifikat kelulusan peserta dan makan malam. Peserta, panitia, dan dosen ikut serta dalam agenda yang bertempat di Kopi Bukit, Banyuwangi itu. Antusias dan semarak makin terasa saat menu tradisional Banyuwangi dihidangkan dan mulai bernyanyi bersama.
Rangkaian panjang kegiatan telah dilewati empat mahasiswa College of Veterinary Medicine (CVM), Central Mindanao University (CMU), Filipina selama satu bulan di Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi. Mulai dari mempelajari aspek medik konservasi satwa liar di kelas, laboratorium, teaching farm, berpetualang di Gunung Ijen, hingga mengeksplorasi kehidupan bawah laut di Bangsring dan Tabuhan. Aktivitas OJT At FIKKIA 2025 dimulai sejak Senin (28/4/2025) hingga Jumat (23/5/2025).
Kesuksesan Tahun Kedua Penyelenggaraan
Koordinator OJT 2025, Ratih Novita Praja, drh., M.Si. mengatakan rasa terimakasih atas kepercayaan dan kerjasama dari CVM, Central Mindanao University yang telah bersedia menghadirkan wahana medik konservasi satwa liar melalui Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR. Kegiatan full time inbound itu telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan. KPS PPDH FIKKIA itu juga berharap agar peserta membagikan pengalaman hangat selama OJT di Banyuwangi. Satu bulan memang waktu yang cukup singkat, namun pembelajaran yang membekas akan selalu ada.
Perwakilan mahasiswa CVM CMU, Geanne Reiv Martinez mengungkapkan rasa senangnya selama mengikuti kegiatan OJT At FIKKIA 2025. Banyak pelajaran baru dari dosen maupun ahli yang mengajar. Mereka juga mendapatkan sejengkal lebih dekat dengan satwa liar melalui jalan bersama di Baluran. Kesan mendalam baginya untuk setiap tim LO yang telah menjadi bagian cerita perjalanan OJT 2025. Perpisahan mungkin menjadi hal yang tak dielakkan lagi. Kehabisan listrik di tengah malam hingga tiba-tiba jatuh sakit jadi cerita tersendiri.
Secara keseluruhan, mereka dapat mempelajari berbagai hal baru selama di Banyuwangi. Bukan hanya menemukan tempat favorit, bahkan kucur menjadi salah satu makanan favorit dari salah satu mahasiswa dari CMU. Sampai jumpa dalam perjalanan dan kesuksesan berikutnya saat menjadi dokter hewan di Filipina.
Penulis: Azhar Burhanuddin
