BERITA SIKIA – Sekolah Ilmu Alam dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi telah menyelenggarakan agenda akademik yudisium pada Kamis (14/9/2023) di Ruang Sidang Kampus Giri. Dalam periode ini, Direktur SIKIA UNAIR melaksanakan yudisium kepada 20 mahasiswa diantaranya 12 mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, 5 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, dan 3 mahasiswa Program Studi Akuakultur. Selain direktur, agenda akademik sebelum wisuda tersebut juga dihadiri oleh Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS. (K) (Wakil Direktur Akademik SIKIA UNAIR, Dr. Mufasirin, drh., M.Si (Wakil Direktur Non Akademik SIKIA UNAIR), dan Prayogo, S.Pi., M.P (Kepala Departemen SIKIA UNAIR).
Lulusan Harus Siap Melanjutkan Kuliah Maupun Kerja
Direktur SIKIA UNAIR, Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K) memberikan selamat secara langsung kepada tiap lulusan. Beliau menekankan setelah kelulusan ini, tiap alumnus harus tetap cinta almamater Universitas Airlangga. Diharapkan lulusan juga dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya maupun harus siap terjun langsung ke dunia kerja.
“Banyak perusahaan yang sudah menunggu kalian, di sana kalian tetap harus belajar lagi dengan rekan sejawat di tempat kerja,” katanya.
Kemampuan Komunikasi
Bagi mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan juga masih harus melanjutkan program profesi di FKH UNAIR. Di jenjang pendidikan profesi itu mereka akan mempelajari pasien secara langsung dengan pengawasan dokter divisi tersebut. Sehingga kemampuan komunikasi mahasiswa dengan klien dalam anamnesa maupun penyuluhan harus terus dilatih.
“Bagi mahasiswa Kedokteran Hewan perilaku tidak boleh berubah karena masih dalam tahap mahasiswa walau sudah menyandang gelar sarjana. Tetap harus memupuk jiwa pembelajar,” ujar Prof Dr Soetojo.
Kedepannya, SIKIA UNAIR akan membuka Program Studi Profesi Kedokteran Hewan. Proses persiapan sedang dilakukan dan beliau menyebut bahwa nantinya program studi tersebut akan dapat menerima mahasiswa profesi pada lulusan tahun 2024.
“Kita akan buka profesi kedokteran hewan dan menggunakan RSH Banyuwangi menjadi RSHP,” ungkapnya.
Fast Track
Dalam kesempatan tersebut, terdapat 2 mahasiswa Program Studi Akuakultur SIKIA bernama Hening dan Adam yang sedang menjalankan program fast track di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Airlangga. Program fast track merupakan program percepatan kuliah S1 bersama S2 secara bersamaan yang dimulai pada semester akhir jenjang strata satu. Sehingga mahasiswa tersebut akan mendapatkan gelar magister lebih cepat.
Kepala Departemen Prayogo, S.Pi., M.P menuturkan secara administrasi tiap mahasiswa yang diyudisium satu per satu. Prayogo berpesan memang era distraction dengan perubahan yang besar harus menyikapi perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara global. Situasi yang berat tersebut perlu mendorong mahasiswa memiliki bekal tekad dan kemampuan yang cukup mengarungi tantangan itu.
“Kita harus siap menghadapi, yang menjadi pemenang adalah yang dapat mengikuti perubahan,” tuturnya.
Diakhir kegiatan Yudisium, mahasiswa yang memiliki nilai terbaik dari tiap program studi mendapatkan sertifikat sebagai penghargaan atas capaian IPK tertinggi. Mereka adalah Tata Anfarul Akmal dari Kedokteran Hewan, Marisa Adila Putri dari Kesehatan Masyarakat, serta Mayangsari dari Akuakultur. Kebahagiaan kelulusan hendaknya dapat diproses menjadi sarjana yang bermanfaat bagi sekitarnya.
Penulis: Frency Imanuel
Editor: Avicena C. Nisa
