KABAR FIKKIA – Sinergitas kolegium mahasiswa veteriner global dalam Veterinary Student Association (IVSA) secara rutin terjalin lewat berbagai agenda. Di awal tahun 2024, Indonesia mendapatkan giliran menjadi tuan rumah 72nd IVSA Symposium Indonesia yang dihelat pada 18 hingga 30 Januari di Pulau Dewata Bali membentuk jalinan dan sinergi persahabatan berskala global. Kegiatan tersebut terbagi menjadi symposium (18-26 Januari 2024) dan post symposium (26-30 Januari 2024). Agenda wajib tersaji dari kegiatan kuliah tamu bersama praktisi Indonesia (lecture), workshop dan General Assembly tersaji memberikan pengalaman akademik kedokteran hewan. kegiatan IVSA Mandatory agenda seperti cultural evening, silent auction, formal dinner, dan white T-shirt juga semakin mempererat suasana antar mahasiswa kedokteran hewan global. Indonesia juga memperkenalkan kultur kuat yang mengakar pada masyarakat Pulau Dewata. Salah satunya dengan mengajak peserta menonton tarian kecak di Uluwatu.
Menjadi Panitia Kegiatan Internasional
Ksatria Airlangga turut terjun langsung dalam kegiatan simposium bagi kolegium mahasiswa kedokteran hewan global tersebut. Tercatat terdapat 4 mahasiswa dari Universitas Airlangga yang turut serta menjadi bagian penggerak acara kegiatan tersebut. 2 mahasiswa berasal dari Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR Surabaya dan 2 mahasiswa berasal dari Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Banyuwangi. Cerita menarik bersanding dengan keterlibatan kedua mahasiswa dari bumi blambangan yang menjelajah di Pulau Dewata.
Pertama adalah Elis Sulistiyawati seorang mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan FIKKIA Angkatan 2020 ditunjuk sebagai OC President IVSA Symposium Indonesia. Berada di pucuk pimpinan pelaksanaan hajatan PB IMAKAHI dalam kancah internasional membuat Elis harus merencanakan acara sebaik mungkin. Koordinasi dan komunikasi intens bersama rekan panitia juga berhasil Elis lakukan walau berbagai rintangan menghadang. Persiapan acara juga dilakukan jauh-jauh hari selama 1,5 tahun lamanya. Rapat juga diselenggarakan secara periodik baik daring maupun luring di Pulau Bali.
“Jadi aku harus plot kaya gimana kegiatan sympo besok, tempatnya apa aja yg diperlukan, kebutuhannya apa aja, menu makanan nya apa aja, jadi kalo ada yg sangat urgent aku bolak balik bali buat turun langsung,” katanya.
Kedua merupakan mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Angkatan 2023, Bryceton menjadi satu dari dua civitas akademika FIKKIA UNAIR Banyuwangi yang mendapatkan kesempatan menjadi bagian transportation and accommodation. Bertemu dengan banyak orang baru membuat mahasiswa yang akrab disapa beton itu berusaha untuk selalu rendah hati dan mengutamakan komunikasi
“Sangat menyenangkan karena suatu hal yang baru bagi diri saya dan disana saya mendapat banyak hal baru. Tentunya banyak hal menarik bagi diri saya, karena seperti yang kita ketahui setiap negara memiliki budayanya masing-masing,” ungkap Beton.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
