KABAR FIKKIA – Kontes Lokal FIKKIA Goat Championship se-Banyuwangi sukses diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) FIKKIA Universitas Airlangga. Antusiasme terlihat ketika Peternak kambing Peranakan Etawa (PE) Kaligesing dari berbagai kecamatan di Banyuwangi berkumpul pada Minggu (30/11/2025) di halaman utama FIKKIA Kampus Giri. Sebanyak 147 peserta beradu kelincahan, ketangkasan, kesehatan, dan keindahan kambing peranakan etawa kesayangannya. Kecamatan penghasil ternak unggul seperti Pesanggaran, Licin, Bangorejo, Purwoharjo, Jatirejo, Banyuwangi, Kalipuro, Glagah, dan Siliragung saling menunjukkan performa terbaiknya.
Ketua Pelaksana, Putra Arya (KH 23) mengatakan, kontes ini merupakan kontes kambing pertama yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi di Banyuwangi” ujarnya.
Ia juga menekankan sambil menekankan pentingnya peran kampus dalam mendukung pengembangan peternakan lokal.
Stakeholder dan Komunitas Sambut Baik FIKKIA Goat Championship

Perwakilan pengurus Perkumpulan Peternak Kambing dan Domba Nasional (PPKDN) DPC Banyuwangi, Muhammad Tito, menambahkan bahwa acara ini menjadi fenomena baru.
“Biasanya yang hobi lomba kambing itu para senior, tetapi mahasiswa pun memiliki minat besar hingga mampu menyelenggarakan kontes ini. Ini menunjukkan regenerasi penghobi kambing yang sangat positif.” tuturnya.
Wakil Dekan II, Prayogo, S.Pi., M.P., mengapresiasi kesiapan panitia meski ini penyelenggaraan perdana. Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini sangat relevan karena perguruan tinggi dituntut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang, turut memberi arahan mengenai kesehatan hewan, mengingat kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Banyuwangi masih ditemukan. Ia mengimbau peternak untuk memastikan ternaknya tetap divaksin.

Pemenang kategori kontes dibagi menjadi beberapa kelas, terdiri dari kelas A, B, C, D, dan E untuk jenis kelamin jantan dan betina berbasis tinggi badan. Klasifikasi terdiri dari Kelas E Jantan & Betina: maksimal 60 cm, Kelas D Jantan & Betina: 60–70 cm, Kelas C Betina: di atas 70 cm (belum poel), Kelas C Jantan: di atas 80 cm, Kelas B Jantan & Betina: poel atau tumbuh gigi maksimal 3 pasang, dan Kelas A Jantan & Betina: tumbuh gigi di atas 3 pasang
Kelas A Jantan
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Suro Manggolo | Mandalika Farm |
| 2 | Bayuseto | Mbotol Farm |
| 3 | Raden | Ali Farm |
Kelas B Betina
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Meme | Aje Farm |
| 2 | Ratu | GTE Farm |
| 3 | Moza | D&K Trans |
Kelas B Jantan
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Suro Manggolo | Mandalika Farm |
| 2 | Bayuseto | Mbotol Farm |
| 3 | Bhara | Lereng Ijen Farm |
Kelas C Betina
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Ratu | GTE Farm |
| 2 | Mahalini | Aje Farm |
| 3 | Dewi Mutiara | Jaguar Farm |
Kelas C Jantan
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Bramasta | Jaguar Farm |
| 2 | Jono | JN Farm |
| 3 | Leon | Ananda Farm |
Kelas D Betina
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Mahalini | Aje Farm |
| 2 | Dewi Mutiara | Jaguar Farm |
| 3 | Dewi Bulan | Jaguar Farm |
Kelas D Jantan
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Kaisar Muda | Sumber Alam Farm |
| 2 | Denjaka | Ali Farm |
| 3 | Chondro Banyu | Sampoerna Etawa Farm |
Kelas E Betina
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Lasmini | Deka Trans |
| 2 | Jeje | Deka Trans |
| 3 | Anting Putri | Berkah Hidro Farm |
Kelas E Jantan
| Peringkat | Nama Kambing | Nama Pemilik/Farm |
| 1 | Kembar | Ali Farm |
| 2 | Ferari | Sedulur Farm |
| 3 | Sambo | Ali Farm |
Menambah kredibilitas acara, penjurian dilakukan oleh perwakilan Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI) yang telah berpengalaman Dalam standarisasi penilaian kambing PE kontes. Mereka menilai berdasarkan 12 aspek, seperti bentuk kepala, telinga, tanduk, leher bergelambir, postur proporsional, pola warna hitam-putih khas PE Kaligesing, kualitas rambut, organ reproduksi, ambing, kekokohan kaki, ekor tebal, hingga rambut lebat di kaki belakang (rewos).
Suasana semakin meriah dengan hadirnya stand UMKM serta talk show dari PT Agri Semesta yang membahas pentingnya pakan konsentrat bergizi untuk kesehatan ternak. Kontes perdana ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan kompetisi ternak lokal sekaligus memperkuat relasi antara mahasiswa, peternak, dan masyarakat Banyuwangi.
Penulis: Hanifa Khansa Khairunnisa
Editor: Avicena C. Nisa
