FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Performa FIKKIA Valley Lahirkan Mahasiswa Pengusaha Inovatif

KABAR FIKKIA– Perdana terbentuk inkubasi bisnis di Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga telah mendapatkan antusiasme mahasiswa. Potensi bisnis yang tercipta oleh mahasiswa gencar untuk dikembangkan. FIKKIA Valley menjadi wadah lahirnya bisnis dengan inovasi produk atau pelayanan jasa rintisan. Pada tahap Demoday yang telah terlaksana pada hari Minggu, (12/05/2024) bertempat restoran Balesaji, Banyuwangi menjadi momen yang bersejarah bagi mereka.

Acara Demoday diikuti oleh 9 kelompok yang lolos proses  inkubasi bisnis. Mulai dari mempelajari MVP, pitching, dan validasi customer. Masa inkubasi yang berlangsung selama kurang lebih 4 bulan ini,  telah memberikan kesan mendalam bagi peserta karena begitu banyak ilmu bisnis yang bisa diserap dan diterapkan. Tim yang mendapatkan penghargaan antara lain:

  1. Best Team dimenangkan Covvia
  2. Best Pitching dimenangkan Labodaya
  3. Juara 3 dimenangkan Be-Shine
  4. Juara 2 dimenangkan Coccus
  5. Juara 1 dimenangkan B-Trap.

Pembina kompetisi FIKKIA Valley Arif Habib Fasya S.Pi., M.Pi menjelaskan, kompetisi ini bukan hanya tentang memenangkan hadiah atau pengakuan semata. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun ekosistem yang mendukung. Dimana ide-ide dapat berkembang menjadi solusi nyata untuk masalah yang kita hadapi dalam masyarakat. Melalui kompetisi ini, kami ingin menyediakan platform bagi para mahasiswa untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi mereka sebagai inovator dan wirausahawan.

Tim B-Trap berhasil memenangkan juara 1.
Sumber: UKIP FIKKIA

Bisnis yang telah lahir melalui FIKKIA Valley terdiri dari berbagai macam bidang, meliputi aquaculture, food and beverage, dan agriculture. Nama-nama tim tersebut, yaitu B-Trap, Amerta, Kanire, Labodaya, Oh My Goat, Be Shine, Cockus, Coovia, dan Imunfish. Tentu saja hal ini semakin meningkatkan persaingan diantara peserta. Hadiah yang diperebutkan juga tidak main-main, selain sertifikat juga ada uang pembinaan yang nilainya cukup fantastis. Peserta yang produknya dinilai berpotensi tinggi juga mendapatkan tawaran perjanjian kerjasama bisnis dengan investor.

Dewan juri yang hadir juga tidak bisa diragukan kemampuannya dalam bidang enterpreneur, nama-nama tersebut diantaranya yaitu Priyandaru .E.T. S.Pi. M.P (eFishery), Ananta Naufal Habibi, Ahmad Faisal Rizal (Tokolabs), dan L. Andri Saputro (Kaula Muda Production). Penilaian berdasarkan kualitas produk, kekompakan tim, keberlanjutan bisnis, dan performa pitching. Dewan juri bahkan dapat mencoba dan bertanya langsung dengan para peserta ketika mengunjungi booth pameran yang tersedia.

Arif Habib Fasya (tengah) bersama empat juri.
Sumber: UKIP FIKKIA

Kebahagiaan terpancar dari seluruh peserta yang juara. Tidak hanya itu, peserta yang tidak memperoleh juara juga berpeluang untuk mendapatkan perjanjian kerja sama bisnis (MOU). Acara ditutup kalimat penyemangat dewan juri Priyandaru.

“Rezeki semut tidak dapat diambil oleh gajah, tapi rezeki gajah dapat diambil oleh semut. Maknanya bahwa bisnis yang kecil dapat mengalahkan bisnis yang telah besar, dengan semangat dan pantang menyerah”. kata senior manajer e-fishery

Penulis: Diva Desmieta
Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *