FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Perhatikan Riwayat Penggunaan Obat, Cegah Sindrom Stevens-Johnson

Sindrom Stevens Johnson (SJS) tak hanya menimbulkan kerusakan dermatologis pada kulit. Dampak klinis akan menyebar dan menjalar ke organ lain yang mengakibatkan kesakitan luar biasa pada penderita apabila tidak tertangani dengan baik. Dosen Prodi Kedokteran FIKKIA UNAIR dr. Riezky Januar Pramitha, M.Ked.Klin, Sp.D.VE dalam artikel sebelumnya menjelaskan belum ada faktor spesifik yang mengakibatkan SJS. Namun komplikasi yang disebabkan SJS tidak boleh diabaikan, ini merupakan kondisi gawat darurat kulit dan dapat menyebabkan kematian.

dr. Riezky Januar Pramitha, M.Ked.Klin, Sp.D.VE

Apa komplikasi yang dapat terjadi ?

Hal pertama yang harus dilakukan ketika munjul gejala awal adalah segera memeriksakan kondisi ke Unit Gawat Darurat. Terutama yang memiliki dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan penanganan . Jika tidak ditangani dengan cepat, sindrom ini dapat menimbulkan komplikasi yang meliputi :

Baca juga: Waspada Sindrom Stevens Johnson Kegawatdaruratan Kulit yang Mengancam Jiwa

  • Toksik Epidermal Nekrolisis (TEN): Ini adalah bentuk yang lebih parah dari SJS di mana lapisan atas kulit (epidermis) mengalami kerusakan yang luas. TEN ditandai dengan lepuhan yang lebih besar dan lebih luas, serta luasnya kehilangan kulit yang dapat mencakup lebih dari 30% permukaan tubuh. TEN memiliki tingkat mortalitas yang lebih tinggi daripada SJS.
  • Infeksi: Kulit yang rusak dan terkelupas meningkatkan risiko infeksi bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini dapat menjadi serius dan membutuhkan perawatan antibiotik atau antijamur yang intensif.
  • Masalah Mata: SJS dapat menyebabkan kerusakan pada selaput lendir mata (konjungtiva) yang dapat berlanjut menjadi kondisi yang disebut konjungtivitis bulosa atau keratitis. Ini dapat mengakibatkan gangguan penglihatan dan bahkan kehilangan penglihatan jika tidak ditangani dengan baik.
  • Masalah Sistemik: Beberapa individu dengan SJS mengalami komplikasi sistemik seperti gangguan pada saluran pencernaan, ginjal, atau sistem pernapasan.
  • Efek Jangka Panjang pada Kulit: Setelah pemulihan dari SJS atau TEN, beberapa individu dapat mengalami masalah kulit jangka panjang seperti hiperpigmentasi (perubahan warna kulit yang lebih gelap), hipopigmentasi (perubahan warna kulit yang lebih terang), atau jaringan parut. Selain itu penyakit kulit ini juga dapat menyebabkan rambut rontok dan kuku yang tidak tumbuh dengan normal.
  • Masalah Psikologis dan Emosional: Pengalaman SJS dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan, termasuk depresi, kecemasan, atau stres pasca-trauma.

Penting untuk diingat bahwa SJS adalah kondisi medis yang memerlukan perawatan medis segera. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius dan meningkatkan prospek kesembuhan.

Bagaimana penanganan pertama yang dapat dilakukan?

Penanganan pertama untuk Sindrom Stevens-Johnson (SJS) harus dilakukan dengan cepat dan tepat untuk mengurangi risiko komplikasi yang serius. Langkah-langkah penanganan pertama yang dapat dilakukan yaitu menghentikan penggunaan obat – obatan yang dikonsumsi sebelumnya dan segera mencari bantuan pada unit gawat darurat untuk nantinya mendapatkan perawatan medis oleh dokter spesialis kulit dan kelamin.

Sumber: health.okezone.com

Bagaimana dapat mencegah Sindrom Stevens Johnson?

Mencegah Sindrom Stevens-Johnson (SJS) terutama berkaitan dengan mengidentifikasi dan mengurangi risiko pemicu utamanya, salah satunya obat-obatan. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan:

  • Perhatikan riwayat obat : ketika mengkonsumsi obat baik resep maupun obat yang dibeli secara bebas, penting untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat tersebut sehingga memudahkan dokter untuk menelusuri kemungkinan obat yang menjadi penyebab
  • Melakukan pemeriksaan pada tenaga medis yang memiliki catatan mengenai riwayat pengobatan anda sebelumnya sehingga ketika terjadi reaksi alergi dapat ditelusuri faktor yang mungkin menjadi penyebab. Penting untuk tidak membeli obat sembarangan.
  • Pantau gejala awal : saat menggunakan obat-obatan baru pantau gejala seperti ruam kulit, nyeri mata, atau tanda-tanda perubahan pada selaput lendir. Segera konsultasikan dengan dokter jika ada gejala yang mencurigakan.
  • Informasi kesehatan yang lengkap : berikan informasi kesehatan yang lengkap kepada dokter atau tenaga kesehatan saat mereka meresepkan obat baru. Ini termasuk riwayat alergi, penggunaan obat-obatan lain, serta kondisi kesehatan yang mungkin mempengaruhi respon terhadap obat.

Meskipun tidak mungkin untuk sepenuhnya menghindari risiko SJS karena faktor genetik dan lingkungan juga berperan, namun langkah-langkah di atas dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kondisi ini. Segera konsultasikan kepada dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat jika ditemukan gejala yang mencurigakan.

Penulis: dr. Riezky Januar Pramitha, M.Ked.Klin, Sp.D.VE

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *