FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Peringatan Zoonosis Day, Peneliti UNAIR Ingatkan Vaksinasi Cegah Rabies dan Wujudkan Kesejahteraan Hewan

KABAR FIKKIA – Kejadian rabies di Indonesia mengalami peningkatan tiap tahun sejak 2022. Data Kemenkes mencatat ada 104.229 kasus dalam negeri. Ada kenaikan 82,04% dari tahun sebelumnya. Bahkan beberapa daerah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB dikarenakan bertambahnya korban gigitan hewan penular rabies (GHPR). Penyakit zoonosis ini telah mendapat perhatian secara global. Vaksinasi hewan peliharaan menjadi langkah penting mencegah penyebaran rabies.

Rabies Bukan Hanya Ancaman Bagi Anjing

drh. Ratih Novita Praja, M.Si., dosen FIKKIA UNAIR, menegaskan bahwa rabies merupakan salah satu penyakit zoonotik paling mematikan yang dapat dicegah melalui vaksinasi. “Rabies adalah infeksi virus yang menyerang otak dan sistem saraf, baik pada hewan maupun manusia. Virus ini berasal dari famili Rhabdoviridae, genus Lyssavirus, dan ditularkan terutama melalui gigitan hewan,” jelasnya.

Dosen mikrobiologi veteriner itu melanjutkan, di Indonesia, rabies dikenal dengan istilah ‘anjing gila’, karena mayoritas kasus berasal dari gigitan anjing. Namun, rabies juga bisa dibawa oleh kucing, rakun, primate, serigala, bahkan kelelawar dan hewan ternak. Karena tidak ada terapi untuk menyembuhkan rabies, satu-satunya cara paling efektif adalah pencegahan melalui vaksinasi.

Menurut data yang disampaikan drh. Ratih, pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat dalam upaya eliminasi rabies. “Pada tahun 2023, alokasi vaksin nasional mencapai 6,92 miliar dosis. Dan pada 2024 ini, target cakupan vaksinasi nasional telah mencapai 70% menuju Indonesia bebas rabies. Pemerintah juga rutin mengadakan vaksinasi gratis, terutama pada peringatan Hari Rabies Sedunia,” tuturnya.

Mengapa Vaksinasi Rabies Penting untuk Banyak Hewan?

Namun demikian, tantangan terbesar masih terletak pada kesadaran masyarakat. “Ketika masyarakat enggan memvaksin hewan peliharaan, risiko zoonosis meningkat. Rabies termasuk dalam Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) karena berdampak langsung pada kesehatan manusia dan ekonomi. Hewan yang tidak divaksin bisa menularkan rabies ke pemiliknya,” tambahnya.

Tak hanya dari sisi medis, vaksinasi juga merupakan bentuk nyata dukungan terhadap prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Dalam konsep Five Freedoms, hewan berhak bebas dari rasa sakit, luka, dan penyakit. Maka vaksinasi adalah langkah penting agar hewan peliharaan bebas dari penderitaan akibat penyakit mematikan seperti rabies.

 “Vaksinasi bukanlah jaminan hewan bebas penyakit sepenuhnya, tapi merupakan tameng awal pembentuk antibodi. Kita harus berkomitmen terhadap hewan yang kita adopsi, karena merekalah teman kita yang paling setia. Jika hewan peliharaan sehat, maka pemiliknya juga ikut sehat.” Tutupnya

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari kampanye FIKKIA Universitas Airlangga dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai zoonosis, kesehatan masyarakat, dan kesejahteraan hewan secara berkelanjutan.

Penulis: Ibnu Sadidan Fil Iman
Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *