FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Perjalanan Karier dan Dedikasi Dokter Hewan Alumni KH FIKKIA dalam Konservasi Satwa Liar

KABAR FIKKIA – drh Abdul Latif yang akrab dipanggil Dokter Latif, merupakan alumni Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR angkatan 2015. Dalam wawancara eksklusif kontributor FIKKIA pada awal Februari, ia berbagi pengalaman dan perjalanan kariernya yang penuh tantangan dan dedikasi.

Mengabdikan Diri pada Konservasi Satwa Liar

Saat ini, Dokter Latif bekerja di Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia, sebuah NGO yang berfokus pada konservasi satwa liar. Sejak bergabung pada 9 Desember 2024, ia turut aktif menangani berbagai kasus satwa mamalia laut dan penyu yang terdampar. Salah satu pengalaman terbarunya adalah membantu menangani seekor penyu yang mengalami prolaps di Umah Lumba, tempatnya bekerja sebagai asisten bagi dokter hewan senior seperti drh Valen dan drh Satya di Bali.

Evakuasi Penyu Hijau yang terdampar. Sumber: Istimewa

Perjalanan karier Latif menjadi dokter hewan liar tidaklah linier. Dari awal bekerja sebagai pengawas kesehatan hewan di peternakan unggas dan kambing perah, hingga menjadi dokter hewan praktisi. Ia telah mengalami berbagai perubahan peran sebagai dokter hewan. Minatnya pada satwa liar bermula dari penelitian skripsi yang melibatkan penyu. Kesempatan bekerja di bidang konservasi datang ketika ia melihat lowongan yang sesuai dengan passionnya, dan tanpa ragu, ia melamar dan diterima.

Tantangan dan Keberhasilan

Tantangan dalam bekerja di bidang konservasi satwa liar tentu tidak mudah. Dokter Latif menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dengan berbagai pihak seperti BKSDA dan BPSPL, mengingat banyak satwa liar yang dilindungi oleh regulasi negara. Selain itu, keterampilan public speaking menjadi kunci utama untuk menghubungkan informasi dan regulasi kepada masyarakat luas.

Pengalaman paling berkesan dalam karier Dokter Latif adalah menangani seekor penyu yang mengalami prolaps. Kerja sama dengan tim yang luar biasa dan melihat penyu tersebut pulih adalah kepuasan tersendiri. Selain itu, ia juga rutin melakukan pengujian kualitas air laut terhadap kandungan mikroba, terutama di daerah wisata, untuk memastikan lingkungan yang sehat bagi satwa laut.

Penanganan penyu yang mengalami proplaps. Sumber: Istimewa

Bagi para mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA yang tertarik terjun ke bidang satwa liar, Dokter Latif memberikan motivasi yang kuat. Ia menyarankan untuk aktif mengikuti peminatan satwa liar di kampus serta berpartisipasi dalam seminar dan pengamatan satwa. Pengalaman berharga ini akan membuka wawasan dan memperkuat keterampilan yang dibutuhkan di bidang ini. Dokter Latif juga menekankan pentingnya fokus pada satu bidang dan menjadi ahli di bidang tersebut. Menurutnya, fokus di satu bidang dan tekuni dengan baik akan lebih baik daripada berpindah-pindah karier walaupun masih dalam profesi dokter hewan.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *