FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Pimpinan UNAIR Hadiri Akreditasi Minimum Kedokteran FIKKIA UNAIR Banyuwangi

KABAR FIKKIA – Penuhi kualifikasi minimum standar pendidikan dalam rangka pembukaan Program Studi Kedokteran di Bumi Blambangan. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga melakukan asesmen lapangan pada Jumat (22/12/2023) sampai Sabtu (23/12/2023). Terdapat dua asesor LAM-PTKes yang meninjau yaitu Prof.Dr.dr.Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., SP.GK (Dekan FK UNHAS) dan Prof. Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Med.Ed, M.Kes (FK-KMK UGM). Proses Asesmen sendiri dilakukan di Aula Kampus Mojo FIKKIA dan berkeliling melihat fasilitas penunjang perkuliahan Program Studi Kedokteran FIKKIA.

Baca juga: FIKKIA UNAIR Segera Buka 2 Prodi Bergengsi

Tak hanya itu, proses asesmen lapangan mendapat pendampingan langsung oleh jajaran pimpinan Universitas Airlangga. Hadir secara langsung Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak (Rektor UNAIR), Prof. Dr., Bambang Sektiari Lukiswanto, drh., DEA. (Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni), Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya), Prof. Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih, dra., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development), Prof. Muhammad Miftahussurur, dr. M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., FINASIM (Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi), Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM (Ketua Senat Akademik), Perwakilan MWA UNAIR, Dekan FK UNAIR, dan berbagai pimpinan Direktorat UNAIR. Menjadikan sebuah asesmen lapangan minimum dengan kehadiran pimpinan yang terlengkap di Universitas Airlangga.

Penugasan Sejak 2014

Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak mengatakan penugasan menteri pendidikan dan Bupati Banyuwangi pada 2014 menjadikan Universitas Airlangga sebagai pelaksana kebijakan pusat. Fase perjalanan yang mudah dari PDD hingga SIKIA menjadikan momentum pembentukan FIKKIA sebagai andil dari harapan pembukaan Program Studi Kedokteran sejak tahun 2014. Dengan dukungan penuh Universitas Airlangga, FIKKIA UNAIR Banyuwangi siap mencukupi kebutuhan daerah untuk posisi dokter umum.

“Alat-alat Kedokteran Banyuwangi lebih baru dan kami siap support penuh dengan apapun. Bahkan (FIKKIA, red) UNAIR memiliki dosen preklinik dari dukungan kakaknya (FK UNAIR) siap mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Prof Nasih.

Dukungan All in Untuk Kedokteran FIKKIA

Ketua Senat Akademik UNAIR, Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM menyebut roh pendidikan kesehatan telah diamanatkan Universitas Airlangga sejak 1913 hingga 1954 resmi berdiri menjadi universitas kebanggaan nasional. Empat bidang Senat Akademik Universitas Arilanggapun mendukung kebijakan pendirian Program Studi Kedokteran FIKKIA. Dengan pengalaman Internasionalisasi Kedokteran FK UNAIR dari 100 hingga ribuan publikasi ilmiah serta 43 program studi termasuk spesialis dengan 12 Prodi terakreditasi ASIIN. Menjadikan Universitas Airlangga menjadi pusat kedokteran Internasional yang dimiliki Indonesia. UNAIR lewat Fakultas Kedokteran juga mengawal Universitas Bosowa memulai Program Studi Kedokterannya lewat pembinaan dan kerjasama perkuliahan yang telah dilaksanakan. Lewat pengalaman dan capian tersebut, UNAIR menjadikan mimpi sejak 2014 siap menjadi nyata.

Baca juga: Mantapkan Konsep Travel Medicine, Kedokteran FIKKIA Gelar FGD dengan Narasumber Ahli

“SENAT sepakat dengan Pembukaan Program Studi Kedokteran FIKKIA dengan 400 orang siap mendukung dari Preklinik dan klinik dan kolega kedokteran Banyuwangi, sehingga Banyuwangi bisa lompat kemajuannya dengan pak rektor sebagai kendali eksekutif,”

Jaminan Pemenuhan Kompetisi Minimal

Dekan FK,  Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG., Subsp.F.E.R menyebut Universitas Airlangga dapat mendirikan Fakultas Kedokteran yang mewakili sebuah institusi menghasilkan kompetisi profesi minimal. Walaupun dalam lingkup internal Universitas, FK UNAIR sebagai pembina utama mendukung penuh persiapan dan perjalanan pendidikan Kedokteran FIKKIA UNAIR hingga masa mendatang.

“Mudah mudahan prodi profesi Kedokteran FIKKIA akan juga keluar dimasa mendatag. karena RSUD Blambangan dan RSUD layak menjadi calon dokter di Indonesia,”

Berbagai pertanyaan awal asesor dalam kegiatan tersebut terjawab langsung oleh pimpinan UNAIR. Kegiatan assesor dilanjutkan pada hari Sabtu (23/12/2023) dengan agenda tanya jawab bersama dosen dan tenaga pendidik. Serta umpan balik dari Assesor kepada Program Studi Kedokteran FIKKIA.

 

Penulis : Azhar Burhanuddin

Editor : Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *