KABAR FIKKIA – Kelompok 03 PKL Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR menggelar sosialisasi dan edukasi terkait sanitasi serta pengolahan makanan yang aman dan sehat kepada masyarakat Desa Banjar, Licin, Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan diri, serta pemilihan dan pengolahan makanan yang sehat guna mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.
Sosialisasi berlangsung pada Selasa, (21/01/2025), di Balai Desa Banjar. 26 warga dari 4 Dusun hadir mengikuti rangkaian program SEHAT yang dirancang mahasiswa. Kelompok PKL 03 yang terdiri dari 10 mahasiswa semester lima memfasilitasi sesi edukasi yang melibatkan berbagai kegiatan interaktif.
Mencegah Diare dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Kegiatan dimulai dengan materi pertama yang disampaikan oleh Karina Midyawanti, A.Md Sanitarian dari Puskesmas Licin, mengenai pentingnya sanitasi untuk mencegah diare. Peserta diajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, air bersih, serta sanitasi yang baik di rumah untuk mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, khususnya diare.
Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Salah satu kegiatan penting dalam sosialisasi ini adalah praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Peserta diajak untuk mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. CTPS merupakan langkah sederhana yang efektif mencegah penyebaran penyakit. Para ibu diharapkan memahami bahwa mencuci tangan secara benar dapat meminimalisir risiko penyakit yang ditularkan melalui tangan yang kotor.
Pengolahan Makanan yang Aman dan Sehat
Menjaga kebersihan selalu dibarengi dengan pemilihan dan pengolahan pangan yang tepat. Ahli gizi Puskesmas Licin Angelistya Devi Pertiwi, A. Md.Gz, turut mengajarkan peserta tentang pengolahan makanan yang aman dan sehat. Harapannya masyarakat semakin peduli dalam cara mengelolah bahan pangan. Supaya tidak ada lagi permasalahan kesehatan, khususnya gizi, yang disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan.

Cara yang tepat menghindari risiko kesehatan, seperti keracunan makanan dan gangguan pencernaan. Peserta diberikan contoh nyata mengenai cara memilih bahan makanan yang segar dan bebas dari kontaminasi, serta teknik penyajian makanan yang higienis dan bergizi.

Fatim, peserta dari Dusun Rembang, mengungkapkan kesannya dengan penuh antusiasme.
“Sejujurnya saya baru pertama kali hadir untuk menerima informasi tentang ilmu dapur ini, penyajian dan pengolahan makan menjadi penting saat kesehatan keluarga menjadi hal utama yang harus diperhatikan” ujar Fatim.
Sebagai bekal pengetahuan untuk keluarga dirumah, tiap peserta membawa pulang booklet panduan sanitasi yang dibuat oleh mahasiswa PKL.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3, yakni Good Health and Well-Being dan poin ke-6 Clean Water and Sanitation.
Penulis: Muhammad Ridwan
Editor: Avicena C. Nisa
