FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

PKL 2 Desa Licin Sosialisasikan Program “CERDAS: Cegah Rokok Dukung Anak Sehat”

KABAR FIKKIA – Program “CERDAS: Cegah Rokok Dukung Anak Sehat” diluncurkan di Desa Licin. Program tersebut hadir sebagai langkah mengatasi masalah perilaku merokok dan kurangnya perhatian terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan siswa sekolah dasar. Kelompok PKL 2 Desa Licin selaku inisiator terdiri dari 11 mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNAIR. Berdasarkan analisa kebutuhan yang telah dilakukan, menunjukkan isu terkait perilaku merokok dan PHBS di lingkungan sekolah dasar memiliki prioritas rendah.

Pemaparan materi PHBS dan anti rokok di SDN 2 Licin. Foto: Istimewa

Hasil wawancara dengan pihak sekolah mengungkapkan bahwa sosialisasi mengenai bahaya rokok dan PHBS di sekolah dasar masih terbatas. Sosialisasi diberikan pada siswa kelas 3- 6 SDN 1 Licin dan SDN 2 Licin, Banyuwangi selama 2 hari (14-15/01/2025).

Sambutan Baik dari SDN Sasaran

“Hadirnya mahasiswa Unair, diharapkan mereka dapat menjadi inspirasi bagi siswa SDN Licin 2. Selain guru yang memberikan edukasi, kehadiran orang luar seperti mahasiswa dapat mendukung dan memberikan pengaruh positif bagi siswa-siswi disini.” Kata Bu Upi, selaku Guru Kelas 6 SDN 2 Licin.

Adanya program CERDAS diharap dapat memberikan edukasi yang lebih mendalam. Membantu mengurangi faktor risiko yang dapat berkontribusi pada hipertensi di masa depan. Meningkatkan kesadaran tentang bahaya rokok dan pentingnya gaya hidup sehat sejak dini.

Siswa kelas 3 SDN 1 Licin antusias menjawab pertanyaan yang diberikan kakak mahasiswa. Foto: Istimewa

“Syukur kami mendapat respons positif dari siswa dan guru di SDN 1 Licin dan SDN 2 Licin. Ini menandakan program kami berpotensi memberikan dampak kesehatan yang signifikan bagi masyarakat di Desa Licin”. Ujar Cindi Tri Septiani (Kesmas 2022) selaku PIC program CERDAS.

Eksperimen Anti Rokok yang Menyenangkan

Program CERDAS dirancang menyertakan edukasi praktis melalui eksperimen tentang bahaya merokok. Mahasiswa membuat alat simulasi pernapasan sederhana yang terbuat dari botol. Botol tersebut disimulasikan sebagai paru-paru, sedangkan tutup botol berfungsi sebagai mulut tempat masukknya asap rokok. Pada percobaan tersebut, siswa dapat mengetahui bahwa zat beracun pada rokok langsung mengenai paru-paru dan membahayakan organ tubuh lainnya.

Mahasiswa melakukan simulasi paru-paru yang terpapar asap rokok menggunakan botol plastik. Foto: Istimewa

Mahasiswa juga mengajak siswa dalam permainan BINGO. Pada permainan tersebut siswa diuji pengetahuannya seputar gaya hidup sehat dan bahaya rokok. Dengan pendekatan yang lebih interaktif ini, diharapkan proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

Dengan dilaksanakannya program “CERDAS” diharapkan siswa tidak hanya memahami bahaya rokok, tetapi juga dapat membentuk kebiasaan hidup sehat yang akan mengurangi risiko hipertensi di masa depan.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3, yakni Good Health and Well-Being dan poin ke-4 Quality Education.

Penulis: Heca Anggreana

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *