KABAR FIKKIA – Program Studi S1 Kedokteran Hewan dan Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melangsungkan Reakreditasi Bundling pada Senin (8/9/2025) hingga Jumat (12/9/2025). Terdapat tiga asesor dari LAM-PTKes yang melakukan asesmen lapangan tersebut. Yaitu Prof. Dr. Joko Prastowo, drh., M.Si. (Universitas Gadjah Mada), Prof. Dr. Yusuf Ridwan, drh., M.Si. (IPB University), dan Dr. Hapsari Mahatmi, drh., M.P. (Universitas Udayana). Kegiatan awal itu dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Jajaran Pimpinan UNAIR, stakeholder, dan mitra. Tarian dan musik khas Banyuwangi mewarnai penyambutan tamu yang dilanjutkan dengan pemasangan udeng bagi asesor di Lobby Kampus Mojo.
Kehadiran Pimpinan UNAIR
Turut hadir dalam kegiatan mulai dari Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni UNAIR), Prof. Nurul Barizah, SH., LL.M., Ph.D. (Ketua Badan Penjaminan Mutu), Prof. Dr. Sukardiman, Apt., M.S. (Direktur Pendidikan), Prof. Endang Dewi Masithah, Ir., M.P. (Direktur SDM), Nugroho Sasikirono, S.E., M.M. (Direktur Sarana dan Prasarana), dan Prof. Dr. Ira Sari Yudaniayanti, M.P., drh. (Direktur RSHP UNAIR). Dari jajaran Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR juga ada Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., M.P. (Dekan FKH) dan Dr. Rimayanti, M.Kes., drh (Wakil Dekan 1 FKH), Yuliana Puspitasari, DVM, M. VSc., PhD. (Ketua Program Studi PPDH FKH UNAIR), bersama beberapa dosen FKH. Serta Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K) (Dekan FIKKIA), Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS. (K) (Wakil Dekan Akademik FIKKIA), dan Dr. Mufasirin, drh., M.Si (Wakil Dekan Non Akademik FIKKIA).
Perjuangan Bersama Mewujudkan Kualitas Unggul
Pembukaan berlangsung pada hari pertama di Aula Kampus Mojo. Dekan FIKKIA, Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K) mengatakan perkembangan Kampus UNAIR di Banyuwangi dengan embrio Program Diluar Domisili sebagai penugasan kementerian hingga menjadi fakultas yang mandiri merupakan perjuangan yang luar biasa. Dukungan Universitas dan Pemerintah Daerah menjadi kunci utama FIKKIA sampai pada titik terkini. Sekarang, telah ada 5 program studi yang menjalankan aktivitas pendidikan. Pendidikan Profesi Dokter Hewan adalah salah satu yang sampai saat ini masih terakreditasi minimal. Visitasi asesor pada kesempatan tersebut adalah bagian dari pengembangan pendidikan yang unggul. Kedepan, FIKKIA UNAIR juga akan mengembangkan program studi spesialis terutama di bidang kedokteran.
Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., M.P menyebut perjalanan Kedokteran Hewan FIKKIA berasal dari PDD Kedokteran Hewan FKH UNAIR. Oleh karena itu, FKH turut berkomitmen untuk menjaga kualitas pendidikan di dalamnya. Dulu, mahasiswa S1 berkuliah disini sampai dengan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Hewan (S.KH.) dan melanjutkan PPDH di FKH Surabaya. Poin kemandirian program studi dari LAM-PTKes yang memerlukan Program Studi PPDH agar dapat naik dari akreditasi “Baik Sekali” menjadi alasan utama FIKKIA semakin mandiri dengan mendirikan PPDHnya. FKH UNAIR tetap mendukung dengan menghadirkan dosen FKH UNAIR Surabaya agar tetap mengajar dalam menjamin lulusan yang berkualitas dan semakin baik.

Wakil Rektor UNAIR Bidang AMA, Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D. mengatakan Universitas Airlangga hadir sebagai institusi yang berkelas profesional dan unggul termasuk seluruh fakultas di dalamnya. Kedepan FIKKIA Banyuwangi juga akan tumbuh lebih besar lagi menjadi sebuah fakultas unggulan yang berkiprah di kancah nasional dan internasional melalui peningkatan kapasitss dan kapabilitas programs studi.
Perdana Gunakan Instrumen APS Kualitatif Unggul
Perwakilan Asesor LAM, Prof. Dr. Yusuf Ridwan, drh., M.Si menyebut pelaksanaan asesmen lapangan yang berbeda dari sebelumnya dengan penggunaan 9 kriteria. Program Studi S1 Kedokteran Hewan dan Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi menjadi yang perdana di Indonesia mendapatkan asesmen lapangan menggunakan Instrumen APS Kualitatif Unggul. Sehingga jika menginginkan akreditasi unggul harus memenuhi seluruh proses dalam standar yang tertera dalam panduan.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
