KABAR FIKKIA – Sabtu (04/11/2023) Prodi S1 Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga mengeksplor biota laut di pesisir Pulau Tabuhan, Desa Bengkak, Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan diikuti oleh 45 mahasiswa S1 Akuakultur semester 3 yang sedang menjalani mata kuliah Biologi Laut. Disana, mahasiswa dapat mengenali dan mengidentifikasi biota laut secara langsung dihabitat alaminya.
Baca juga : Pahami Terumbu Karang lewat Program INTEGRATION HIMAKUA SIKIA
Mahasiswa berangkat dari FIKKIA kampus Giri menuju dermaga Pantai Mutiara pagi hari. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kapal motor menuju Pulau Tabuhan. Pulau Tabuhan adalah pulau tak berpenghuni yang memiliki keanekaragaman biota laut di pesisirnya. Pulau Tabuhan merupakan salah satu wisata alam yang cukup digandrungi karena masih memiliki bentang alam yang asri. Pendampingan dilakukan oleh asisten praktikum dan segenap dosen Prodi Akuakultur FIKKIA UNAIR.
Perubahan iklim beri pengaruh keragaman spesies
Praktikum lapang mata kuliah Biota Laut mengidentifikasi keanekaragaman spesies makrozoobenthos, lamun, dan pengecekan kualitas air pesisir Pulau Tabuhan. Metode pengambilan sampel menggunakan transek kuadran dengan jarak 50 meter dari bibir pantai ke laut. Hasil identifikasi dari sampel yang diambil di beberapa lokasi, biodiversitas biota laut di pesisir Pulau Tabuhan tergolong minim. Jenis makrozoobenthos yang ditemukan hanya bintang laut biru, teripang, bulu babi, dan karang api. Beberapa jenis lamun masih ditemukan tetapi dalam jumlah yang sedikit. Hal ini diduga disebabkan oleh kenaikan suhu bumi dan minimnya curah hujan di Banyuwangi dan sebagian besar wilayah di Indonesia.
Mahasiswa harus menggunakan pengaman dan berhati-hati ketika mengidentifikasi biota laut. Ini dikarenakan beberapa spesies memiliki bentuk pertahanan diri yang membahayakan manusia. Karang api memiliki senyawa yang menyebabkan rasa panas pada kulit jika tergores. Bulu babi memiliki duri beracun dan terletak didasar pesisir. Mahasiswa harus menggunakan sandal yang tebal untuk melindungi kaki dari biota-biota berbahaya.

Keberadaan makrozoobenthos dapat menjadi indikator kualitas air di suatu perairan. Jika jumlah biota laut hanya sedikit dapat mengindikasikan adanya pencemaran dalam perairan tersebut. Keberadaan lamun dalam perairan dapat meningkatkan kadar Dissolved Oxygen (Oksigen Terlarut) dalam perairan sehingga meningkatkan produktivitas fitoplankton.
Selama praktikum lapang, mahasiswa merasa senang karena bisa mengeksplor lapang secara langsung. Selain agenda praktikum, mahasiswa diberikan waktu lebih untuk menikmati keindahan pesisir Pulau Tabuhan. Kegiatan refreshing yang dilakukan mahasiswa di antara memancing, snorkeling, atau hanya sejenak bersantai menikmati keindahan pesisir. Agenda praktikum lapang berakhir tengah hari kembali ke Pantai Mutiara menggunakan perahu motor
Penulis: Ijl Taqiy Christya Dewanta Arthur Archiles
Editor: Avicena C. Nisa
