KABAR FIKKIA – Perhelatan DEKAN CUP 2025 Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga terus bergulir. Mobile legend menjadi e-sport yang diminati mahasiswa. Turnamen mempertemukan tim Prodi Kedokteran, Akuakultur, Kesehatan Masyarakat, dan Kedokteran Hewan pada Minggu (02/11/2025) di Kampus Sobo. Tim dari empat prodi saling beradu strategi dan kekompakan untuk menjadi pemenang.
Pertandingan berlangsung dalam format eliminasi. Setiap tim harus menunjukkan kemampuan terbaik untuk melaju ke babak berikutnya. Setiap laga berlangsung intens, dengan berbagai gaya permainan yang ditampilkan oleh masing-masing tim. Ada yang mengandalkan hero meta, ada pula yang tampil percaya diri dengan hero andalan mereka sendiri.
Koordinasi antar anggota, pemilihan hero yang tepat, dan eksekusi strategi menjadi faktor penentu kemenangan di setiap babaknya.
Kedokteran Hewan Raih Gelar Ganda: Putra dan Putri
Salah satu pencapaian yang menyoroti turnamen Mobile Legends Dekan Cup 2025 datang dari Kedokteran Hewan. Mereka berhasil menyabet gelar juara pertama kategori putra dan putri. Prestasi ini mencerminkan konsistensi, kekompakan, dan semangat kolaboratif yang dibangun sejak awal kompetisi. Tampak tim Kedokteran Hewan tampil stabil dan percaya diri sejak babak penyisihan. Mereka menunjukkan gaya bermain yang tenang, solid, dan penuh koordinasi kuat dengan rotasi yang rapi. Pengambilan keputusan yang cepat di setiap fase permainan juga menjadi faktor kemenangan. Tidak ada momen yang terlalu terburu-buru atau panik semuanya dijalankan dengan koordinasi yang matang.

“Kami nggak ada strategi khusus, hanya fokus pakai hero andalan kita. Terus juga perbanyak komunikasi antar anggota tim aja. Waktu latihan juga kita fokus untuk bangun chemistry antar anggota, jadi udah klop dan tau cara main masing-masing.” tutur Jelita Moresa (KH25), salah satu pemain tim putri
Komunikasi Kunci Kemenangan
Tim Kedokteran Hewan menekankan pentingnya komunikasi dan kekompakan dalam permainan. Latihan difokuskan untuk memahami gaya bermain satu sama lain, sehingga saat pertandingan berlangsung, mereka sudah tahu kapan harus inisiasi, rotasi, atau mundur.
Pendekatan ini terbukti efektif, terutama dalam situasi-situasi kritis di pertandingan. Mereka mampu mengambil keputusan cepat dan tepat, yang menjadi pembeda di momen-momen penentu. Turnamen Mobile Legend antar prodi menunjukkan bahwa kompetisi e-sport di lingkungan kampus bisa menjadi ajang positif. Permainan e-sport mengasah kemampuan, mempererat kerja sama, dan membangun semangat kompetitif yang sehat. Kedepannya, diharapkan kompetisi seperti ini bisa terus dikembangkan dan menjadi agenda rutin yang lebih besar.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
