FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Produk Inovasi Unggulan PPKO SEJATI Pemberdayaan Masyarakat Desa Kendalrejo

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses memamerkan keunggulan produk hasil binaan masyarakat Desa Kendalrejo. Mahasiswa yang tergabung dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SEJATI menggelar kegiatan ini pada Sabtu, (08/11/2025), di Kampus Mojo FIKKIA UNAIR, Banyuwangi. Pameran produk terselenggara bersamaan dengan visitasi reviewer Belmawa dan Ristekdikti ke mitra desa.

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SEJATI menjadi motor penggerak transformasi desa ini. Mahasiswa secara aktif mendorong pengembangan desa binaan menuju kemandirian ekonomi. Program ini mengubah fokus dari sekadar pemberdayaan menjadi unit kewirausahaan berkelanjutan, dengan menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama.

Tiga Pilar Utama Inovasi SEJATI

Inovasi yang dicanangkan tim SEJATI meliputi tiga pilar utama: Inovasi Pembelajaran, Inovasi Peternakan dan Pertanian (i-Farm), serta Produk Kewirausahaan (KWU).

1. Pendidikan dan Literasi Produktif:

Mahasiswa SEJATI meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 4 dan SMPN Tribakti Kendalrejo. Di tingkat SD, program seperti Pojok Aksara mengajarkan literasi dasar, bahasa Inggris, dan keterampilan menulis hingga menghasilkan Buku Antologi Cerpen yang kini dalam proses penerbitan. Selain itu, kegiatan Life Skill seperti keterampilan vokasional dan critical thinking turut diberikan.

Liwapong “Literasi Keliling Warung Pos dan Nongkrong” di SDN 4 Kendalrejo. Sumber: Istimewa

Untuk remaja, Pojok Healthcare di SMPN Tribakti fokus pada edukasi kesehatan remaja, gizi, reproduksi, P3K, dan mitigasi bencana. Sementara itu, Pojok IT meningkatkan literasi digital siswa melalui pelatihan Canva dan Google Tools, bahkan menghasilkan produk stiker yang berguna untuk meningkatkan semangat belajar siswa SD binaan.

2. Penguatan Kewirausahaan (KWU):

PPK Ormawa SEJATI membina Kelompok Pekerja Migran (Pelangi) di Desa Kendalrejo. Pembinaan ini berlokasi di rumah Ibu Sunarti, fokusnya pada peningkatan nilai jual produk olahan potensi lokal seperti Buah Naga. Tim melatih anggota Pelangi mengenai teknik pengemasan (packing) yang baik dan strategi penjualan digital melalui platform seperti Shopee.

Aneka produk olahan buah naga. Sumber: Istimewa

3. Pertanian dan Peternakan Terpadu (i-Farm):

Di rumah Bu Yanti, tim mengimplementasikan Pojok Integrated Farming (i-Farm). Program ini mengajarkan masyarakat tentang pertanian terpadu, yaitu instalasi akuaponik yang mengombinasikan budidaya lele di bawah dan tanaman hidroponik di atas. Inovasi ini menciptakan sumber pangan sehat yang higienis.

Panen selada hasil akuaponik bersama ikan lele. Sumber: Istimewa

Dampak dan Target Selanjutnya

Ketua PPK, Dewi Roso Wulan  (KESMAS 23), menyatakan program masih dalam tahap penyempurnaan. “Inovasi produk unggulan masih tahap penyempurnaan dari segi packaging dan tekstur. Produk akan kami pasarkan melalui Komunitas Pelangi Migran, mengajukan P-IRT, dan segera menuju penjualan melalui BUMDes Kendalrejo,” ujarnya.

Transformasi ini menunjukkan dampak ganda PPK Ormawa FIKKIA UNAIR: tidak hanya sosial, tetapi juga ekonomi. Program ini sukses meningkatkan pendapatan warga, menumbuhkan semangat gotong royong, dan mendorong wirausaha di tingkat desa. Kolaborasi multidisipliner memperkuat peran mahasiswa FIKKIA UNAIR dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being dan poin ke-17 Partnerships for the Goals

Penulis: Putri Laura Faradina

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *