FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Rekomendasi Tempat Konservasi di Banyuwangi yang Cocok untuk Penelitian Satwa Liar

KABAR FIKKIA – Mengulas keindahan alam Kabupaten Banyuwangi memang tidak ada habisnya. Berbagai bentang alam mulai gunung, laut, hingga savana ala Afrika dapat ditemui di kabupaten paling timur jawa ini. Keanekaragaman hayati flora dan fauna juga ikut tersaji didalamnya. Tak heran, 2018 UNESCO menetapkan Banyuwangi sebagai kawasan Geopark Nasional dengan sebutan Geopark Ijen. Tidak cukup ditingkat nasional, 2023 Ijen Geopark naik level sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGS) bersama 195 situs lain diseluruh dunia.

Hadirnya Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga di Banyuwangi turut menambah upaya pelestarian satwa liar. Melalui Program Studi Kedokteran Hewan, berbagai aktivitas penelitian, pendidikan, dan pengabdian dikerjakan bersama masyarakat sebagai upaya konservasi alam, terutama studi satwa liar. Jenis satwa liar bahkan telah menjadi ikon dan primadona dimasing masing lokasi konservasi. Berikut rangkuman rekomendasi konservasi yang cocok untuk penelitian satwa liar.

Pantai Cemara dan Pulau Santen

Berlokasi dekat dengan pusat Kota Banyuwangi, Pulau Santen dan Pantai Cemara menjadi tempat yang pas untuk kamu yang ingin tahu lebih dalam tentang penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Selain menikmati panorama Selat Bali, pengunjung juga dapat belajar tentang siklus hidup penyu dan habitatnya. Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR, BSTF, dan Pokdarwis setempat telah mengupayakan konservasi lingkungan terastrial pantai dengan penanaman mangrove, pandan laut, dan cemara udang. Selain menahan abrasi pantai, keberadaan tanaman tersebut berfungsi sebagai tempat berkembang biak dan berlindung hewan disana. Terutama pandan laut yang secara ekologis bermafaat sebagai lokasi penyu menyimpan dan melindungi telurnya dari predator alami.

Baca juga: Penanaman Pandan Laut oleh FIKKIA UNAIR bersama Eidyl Natura Kuatkan Eduwisata Pulau Santen Banyuwangi

Penanaman mangrove di muara Pulau Santen. Sumber: UKIP

Lokasi yang tidak jauh dari kampus FIKKIA memudahkan mahasiswa dan dosen Kedokteran Hewan meninjau upaya konservasi penyu lekang disana. Bahkan, sekarang telah ada Green House Penyu sebagai sarana edukasi pengunjung yang datang ke Pulau Santen. Tenang, semua penyu yang ada di rumah edukasi adalah replika yang terbuat dari sampah daur ulang warga setempat. Bergeser sedikit ke Selatan, di Pantai Cemara pengunjung dapat melihat langsung penagkaran penyu lekang yang juga dikelola bersama warga lokal.

Pantai Bangsring dan Pulau Tabuhan

Saat ini, Pantai Bangsring dan Pulau Tabuhan mungkin terkenal sebagai tempat snorkeling dikalangan wisatawan. Namun tahukah kalian tempat tersebut juga berfungsi sebagai lokasi konservasi terumbu karang dan rumah karantina hiu sirip hitam (Carcharhinus limbatus) . Konservasi terumbu karang telah dilakukan setelah hampir satu dekade. Hasilnya, adalah yang kita nikmati sekarang. Berbagai macam terumbu karang warna warni memanjakan mata, sekaligus mengundang ikan untuk hidup disana. Terumbu karang merupakan tempat berbagai biota laut untuk berkembang biak, mencari makan, dan mempertahankan spesiesnya. Pantai Bangsring dan Pulau Tabuhan memiliki karakteristik perairan dangkal Selat Bali yang kaya sinar matahari.

Aktifitas snorkling dan penanaman terumbu karang.
Sumber: AICONVAS

Terkadang, nelayan lokal tidak sengaja menemukan hiu yang tidak sengaja terjaring. Kondisi Hiu dijumpai dalam keadaan stress dan penuh dengan luka gores. Olehkarena itu pengelola menyediakan jaring karantina untuk memulihkan kondisi ikan hiu sebelum dilepasliarkan.

Taman Nasional Baluran

Banteng Jawa (Bos javanicus) menjadi hewan ikonik di Taman Nasional Baluran (TN Baluran). Hewan berkoloni tersebut merupakan satu dari lima jenis banteng di dunia. Koloni Banteng Jawa sering ditemukan sedang mandi lumpur (berkubang) di area Savana Bekol (sub area TN Baluran). Jika beruntung, kita dapat melihat burung merak hijau (Pavo muticus) terbang pendek atau berlarian dibawah rindang pohon. Mamalia lain hidup di TN Baluran diantaranya kerbau (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), rusa (Cervus timorensis), macan tutul (Panthera pardus), kancil (Tragulus javanicus), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Baluran memiliki keanekaragaman ekosistem zonasi hutan. Jadi jangan heran jika diperjalanan melihat pemandangan hutan yang berbeda-beda.

Baca juga: Identifikasi Parasit Satwa Liar di Taman Nasional Baluran, Program On Job Training CMU x KH FIKKIA

Pengamatan kawanan Banteng Jawa melalui menara pandang Savana Bekol. Sumber: UKIP

TN Baluran difasilitasi dengan dengan menara pandang yang memudahkan pengunjung melakukan pengamatan satwa. Aktifitas mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR biasanya adalah pengamatan perilaku satwa liar, pemeriksaan forensik post mortem, identifikasi parasit pada satwa, dan penjelajahan.  Semua aktifitas dilakukan bersama jagawana berpengalaman untuk memastikan keamanan bersama.

Taman Nasional Alas Purwo

TN Alas Purwo merupakan semenanjung dibagian tenggara Pulau Jawa. Taman Nasional dapat ditempuh selama 120 menit perjalanan darat dari Kampus FIKKIA UNAIR. Lokasinya yang jauh dari mobilitas manusia membuat Alas Purwo menjadi hutan asri dan menenangkan bagi pengunjungnya. Kicau burung dan sayup suara-suara satwa hutan terdengar saling bersahutan disini. Terdapat enam jenis satwa dilindungi, antara lain penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), biawak abu-abu (Varanus nebulosus), serta ular sanca bodo (Python molurus).

Proses identifikasi forensik post mortem untuk mengetahui penyebab kematian penyu.
Sumber: AICONVAS
Tempat penetasan penyu di Pantai Ngagelan
Sumber: AICONVAS

Zona Pantai Ngagelan menjadi tempat konservasi empat jenis penyu yang dilindungi. Diasana merupakan titik lokasi penyu bertelur setelah musim kawin. Pantai yang menghadap Samudera Hindia menjadi jujugan beragam jenis penyu yang melakukan migrasi. Saling mendalami bidang konservasi penyu, Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR bersama BKSDA saling bertukar pengalaman, wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai manajemen konservasi satwa liar sekaligus wahana praktik lapangan bagi mahasiswa. Apabila tertarik meneliti perilaku burung migrasi, ada Kawasan Ekosistem Esensial Teluk Pang-Pang yang bisa diakses melalui Pelabuhan Muncar.

Taman Nasional Meru Betiri

Tempat konservasi penyu yang tidak kalah tersohor adalah Pantai Sukamade. Berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TN Meru Betiri) Pantai Sukamade menjadi rumah perlindungan empat jenis spesies penyu yaitu penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Disana peneliti dapat mempelajari siklus hidup penyu, dan turun langsung melakukan evakuasi telur penyu ke tempat yang aman. Keberadaan telur penyu di habitat alaminya memang rawan. Selain rentan rusak oleh predator alami, telur beresiko busuk karena aktivitas mikrobakteri dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung kelangsungan hidup. Pencurian oleh oknum tidak bertanggungjawab juga menambah daftar panjang permasalahan konservasi penyu.

Pelepasan tukik dengan mahasiswa inbound di Pantai Sukamade.
Sumber: UKIP

Selain keluarga penyu, TN Meru Betiri merupakan habitat alami Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), macan tutul (Panthera pardus), Banteng Jawa (Bos Javanicus) dan Bunga Padmosari (Rafflesia zollingeriana). Jadi pastikan masuk kawasan hutan secara resmi agar perjalanan aman.

Masih banyak lokasi pelestarian satwa di Banyuwangi. Selain tempat yang telah disebutkan, masih banyak sudut sudut lingkungan alam yang memiliki potensi penelitian. Dekan FIIKKIA Prof. dr. Soetojo sering mengingatkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah bentuk investasi kehidupan dimasa depan. Oleh karena itu, konservasi adalah tugas panjang kita bersama menyiapkan bumi yang lebih baik.

Penulis: Avicena C. Nisa
Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *