
Menindak lanjuti kegiatan Aksi Bersama Bersih Pantai Pulau Santen, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga menggandeng sejumlah instansi dan masyarakat Kelurahan Karangrejo untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan sampah. Sampah menjadi masalah sekaligus berkah apabila dikelolah dengan baik dan berkomitmen bersama-sama. Dalam Forum Group Discussion peserta mendapat sosialisasi yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dari tiga narasumber dari SIKIA, Systemiq, dan Koordinator Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi.
Ahmad Arif Habib Fasya dan Susy Katikana Sebayang yang memandu jalannya diskusi mulai mengajukan pertanyaan kepada masyarakat terkait kendala pengelolaan sampah.
Problem yang dihadapi penduduk Pulau Santen saat ini adalah pengetahuan mengelola sampah yang minim, limpahan sampah yang terjaring oleh nelayan ikut serta terbawa ke pesisir, dan tidak tersedianya bank sampah. Perlu diketahui bahwa warga selama ini membakar begitu saya sampahnya, sehingga tidak memiliki nilai ekonomi.
Berita terkait : Aksi Hebat Bersih Pesisir Pulau Santen
Padahal, apabila dilakukan pengelolaan yang berkala, potensi Pulau santen sebagai kawasan konservasi pantai pesisir timur Banyuwangi masih terbuka. Lokasinya yang berhadapan dengan Selat Bali memungkinkan menjadi pendaratan penyu bertelur, meskipun tidak sesering dan seintensif pantai yang menghadap ke Samudera Indonesia.
Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan sampah dan lingkungan berkelanjutan guna membagun lingkungan yang lestari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan rutinan bersih pantai yang oleh warga dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dapat menjadi solusi pertama untuk mewujudkan lingkungan pantai yang bersih. Dilanjutkan koordinasi dengan DLH Banyuwangi untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan pengelolaan sampah hingga menjadi potensi ekonomi, serta menghadirkan Tim Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas). Pokmaswas diperlukan agar program revitalisasi berlanjut di pesisir Banyuwangi.
