KABAR FIKKIA – Dalam era digitalisasi mendorong pengelolaan dan integrasi data dalam efektivitas program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi Akademisi Universitas Airlangga, Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Banyuwangi, dan University of Sydney menghadirkan program integrasi data bernama Puspadaya (Pengambilan Keputusan oleh Perempuan Berdaya). Puspadaya menarget dukungan digital bagi kader di Banyuwangi dan Maluku Tengah dengan mengembangkan aplikasi Puspadaya yang bertujuan untuk memudahkan kader dalam menginput data kesehatan. Sehingga data dapat terlihat secara real time baik oleh kader sendiri, Puskesmas maupun Dinas Kesehatan dan memudahkan sistem pelaporan kader di tingkat desa.
Penyempurnaan Sebelum Uji Coba Sistem
Dalam rangka penyempurnaan sistem integrasi data dan aplikasi sebelum pengaplikasian, UNAIR menghadirkan Puspadaya Workshop Panel. Kegiatan bertempat di di Ruang Ijen 1-2, Santika Hotel Banyuwangi pada Selasa (25/2/2025) hingga Rabu (26/2/2025). Dengan dihadiri stakeholder skala nasional dan mitra daerah target. Kegiatan diskusi panel berfungsi menyelaraskan program dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Juga menyatukan berbagai sistem yang digunakan oleh pemangku kepentingan, seperti data E-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) dengan sistem pengumpulan data manual yang dilakukan oleh kader di lapangan. Integrasi data diperlukan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan dari berbagai posyandu yang ada di berbagai wilayah dapat dilihat secara real time dan dapat digunakan secara efektif untuk analisis, perencanaan, dan intervensi yang lebih tepat sasaran.

Hari pertama terdapat lima pemateri yang hadir dalam diskusi panel. Pertama, Endang Sulastri, S.Sos, M.PP. dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) yang memastikan rencana pembangunan bidang kesehatan 2025-2029. Kedua, dr. Nita Mardiah, M.KM. dari Direktorat Promosi Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan yang membahas rencana penguatan 25 kompetensi kader dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dalam mendukung integrasi layanan primer. Ketiga, Drs. Andrey Ikhsan Lubis dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang memberikan materi peran dan dukungan bagi kader posyandu untuk membangun desa lebih baik. Keempat, Susy Katikana Sebayang dari Tim Puspadaya dengan materi pengenalan Puspadaya. Kelima, Dianni Yusuf, S.Kom, M.Kom tentang Aplikasi Puspadaya, inovasi digital untuk pelayanan kesehatan masyarakat

Hari kedua terdapat empat pembicara yang memberikan wawasan bagi peserta. Pembicara pertama dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang rancangan transformasi data kesehatan nasional Indonesia. Pembicara kedua adalah Hanny Salampessy, SKM, M dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah tentang penurunan angka stunting di Maluku Tengah. Pembicara ketiga, Dr. Suyanto Wispo Tondo Wicaksono, M.Si dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA Banyuwangi) yang memberikan materi strategi dan kiat inovasi: Membangun Banyuwangi yang Kreatif, Inklusif, dan Berdaya Saing.
Tingkatkan Kompetensi Kader Posyandu
Saat ini Posyandu bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang merupakan program pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat mulai dari bayi hingga lansia. Kader dituntut untuk dapat melayani masyarakat dengan standar 25 kompetensi sehingga beban kerja kader semakin meningkat. Kader, umumnya perempuan, sebagai ujung tombak dalam implementasi program kesehatan dan pemberdayaan perlu dibekali dengan integrasi data dan keterampilan yang memadai agar dapat memberi layanan kesehatan yang lebih baik di lapangan dan memahami betapa pentingnya data yang mereka kumpulkan. Melalui Puspadaya, kader akan terlatih dalam melakukan input dan interpretasi data secara real time dan dapat melakukan pengambilan keputusan gizi tingkat desa bersama perangkat desa tersebut.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being dan point ke-17 Partnerships for the Goals
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
