FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Seminar & Workshop Rubbish Bersama Mahasiswa Baru Kesehatan Masyarakat FIKKIA

KABAR FIKKIA – Seminar dan workshop RUBBISH atau Ubah Limbah Bersama ToPH-E (Torch of Public Health Elevation) Menjadi Ecobricks sukses digelar pada Minggu (26/11/2023). Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian acara yang terinisiasi oleh mahasiswa baru Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA). Dalam pelaksanaanya hadir 77 peserta SD dan SMP dari Panti Asuhan Budi Mulya, Panti Asuhan Darul Aitam, dan Panti Asuhan Mutiara Insan. Turut hadir perwakilan ibu Dharma Wanita, pengurus panti, dan Lurah Sumberejo. Bertempat di Panti Asuhan Budi Mulya, Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, panitia menghadirkan Desy Darmawati Setyaning Utami (Wakil Ketua Eco Laku Lestari).

Sejalan dengan target SGD’s nomor 12, acara seminar dan workshop RUBBISH mendukung pengelolaan efisien dalam penggunaan sumber daya alam. Cara yang dilakukan adalah mengurangi produksi limbah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali.

Edukasi Pengolahan Sampah Kepada Panti Asuhan

Kegiatan yang termasuk kedalam salah satu indikator kelulusan acara kaderisasi BToPH (Basic Training of Public Health) menjadi tantangan mahasiswa baru menyukseskan acara tersebut. Pemilihan Panti Asuhan Budi Mulya menjadi tuan rumah bukanlah tanpa alasan. Pihak panitia merasa anak panti tersebut berhak mendapatkan edukasi pengolahan sampah plastik. Solusi yang tepat salah satunya dengan mengelola sampah plastik dengan mendaur ulang (recycle) atau memanfaatkannya kembali (reuse). Tak hanya manfaat lingkungan, daur ulang sampah mampu mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan sampah.

Pengolahan Sampah Menjadi Gantungan Kunci

Dalam penyampaian materinya, Desy menunjukkan barang yang dapat diolah dari hasil sampah plastik seperti tas, gantungan kunci, dan dompet. Dalam membuat gantungan kunci, bahan yang digunakan adalah bahan sampah plastik berupa kemasan sachet minuman maupun jajanan ringan yang sudah dibersihkan, gunting, lem, pernik mata dan ring gantungan.

Ibu Desy mempraktekkan pembuatan gantungan kunci hasil plastik kemasan. Sumber: Penulis

Awalnya, gunting plastik menjadi dua sisi sama panjang. Lalu lipat dengan ukuran yang sama dan potong bagian tengah menjadi beberapa potongan sesuai ukuran plastik. Anyam badan ikan dengan cara mernyatukan ujung dengan ujung lain. Selipkan secara selang seling. Setelah proses anyaman selesai, isi tubuh ikan dengan sampah plastik sisa pembuatan. Beri mata, ring penggantung kunci dan lem untuk menutup lubang. Terakhir gunting sisi belakang menyerupai ekor ikan.

Pada workshop RUBBISH tersebut, peserta juga diajak membuat gantungan kunci sebagai unjuk kreativitas. Komponen kerapian, keterampilan menganyam, dan pemilihan motif yang digunakan menjadi wujud ide yang menarik produk.  Hasilnya terpilih 5 orang peraih gantungan kunci terbaik.

Ketua pelaksana ToPH-E, Moh. Aulia Huwaiza Effendi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi edukasi bagi peserta dalam hal pengolahan sampah.

Penulis: Uni Eska Mahmudi

Editor: Azhar Burhanuddin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *