BERITA SIKIA – Program Studi Akuakultur SIKIA UNAIR kembali mengundang praktisi sebagai dosen tamu. Penting bagi akademisi ikut memperbarui tren perkembangan industri perikanan melalui sharing knowledge tentang “Biosecurity pada Budidaya Udang”. Alvian Handiyanto Putra, diundang sebagai narasumber pada kuliah tamu yang diadakan melelui zoom meeting pada Rabu (30/08/2023). Alumni program studi Akuakultur UNAIR BWI angkatan 2014 tersebut saat ini bekerja sebagai teknisi tambak di PT. Suri Tani Pemuka (STP) Japfa Comfeed.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap asupan protein hewani mendorong peningkatan budidaya, salah satunya pada budidaya udang. Budidaya udang sendiri membutuhkan perlakuan dan kontrol yang intensif, sehingga perlu diterapkan biosecurity yang tepat.
Secara etiologi, biosecurity berasal dari kata bio dan secure yang berarti sebuah sistem yang didesain untuk mencegah masuknya pathogen (bibit penyakit) dari lingkungan luar ke dalam lokasi budidaya dan keluarnya pathogen dari lingkungan budidaya ke lingkungan luar.
“Biosecurity pada tambak udang merupakan hal penting diterapkan karena dapat mencegah masuknya patogen (hama dan/atau penyakit) pada petak tambak yang dapat membahayakan dan mengganggu proses budidaya,” ujar Alvian
Sub Kegiatan Aplikasi Biosecurity
- Persiapan Lahan. Penerapan Biosecurity pada kegiatan persiapan lahan dapat dilakukan dengan memasang pagar keliling dan melakukan pengeringan serta pengapuran dasar kolam sebelum dilakukan budidaya.
- Persiapan dan pengolahan air. Pada kegiatan ini dapat diterapkan biosecurity dengan memasang saringan masuk air (waring) dan mensterilisasi air yang akan digunakan.
- Pengamatan tebar. Dengan melakukan seleksi benur yang akan ditebar. Benur harus dipastikan tidak membawa penyakit dan dalam kondisi sehat. Selain itu, perlu dipastikan bahwa benur yang akan ditebar tidak ada yang mati.
- Pengamatan budidaya, dilakukan dengan memusnahkan udang yang terindikasi penyakit dan memperhatikan kemampuan daya dukung dalam berbudidaya.
- Peralakuan terhadap sarana budidaya dengan menerapkan : menggunakan 1 set alat terpisah untuk masing-masing kolam, mencuci peralatan yang digunakan dengan bersih, disinfeksi kendaraan dan personel yang masuk ke area budidaya, serta memberikan pakan dengan kualitas yang baik.
Selain itu, perlu diterapkan berbagai standar produksi yang dapat bersinergi dengan penerapan biosekuriti seperti CBIB dan GLOBAL G.A.P.
Alfian juga membagikan tips kepada para peserta terkait hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menjadi seorang teknisi tambak udang. Melatih kemampuan diri, mengembangkan dan menerapkan ilmu yang didapat selama perkuliahan, serta meningkatkan komunikasi baik kepada rekan kerja.
“Harus sering berkomunikasi dengan alumni dan banyak berlatih, kalau punya relasi dan kemampuan yang baik pasti akan lebih mudah direkomendasikan menjadi seorang teknisi tambak,” pungkasnya
Selangkapnya
Penulis: Leni Mei Ristin
Editor: Avicena C. Nisa
