SIKIA NEWS – Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) UNAIR Banyuwangi mengajak mahasiswa mancanegara mendukung makanan khas Banyuwangi lebih dikenali khalayak internasional dengan mencicipi beragam kuliner khas Bumi Blambangan. Kegiatan yang bertemakan Multi Culture Programs Tour De Essential Areas of Pang-Pang Bay Animal Aquatic and Terrestrial Monitoring berlangsung pada hari Minggu (02/10/2022)
Bertempat di Sarine Kopi Cafe di Desa Tamansari, Kecamatan Licin menyuguhkan makanan khas Banyuwangi yang diantaranya: sayur pakis, ayam kesrut, pepes ikan tongkol, sayur kelor, tahu goreng, tempe goreng, kerupuk, serta berbagai jenis buah lokal. Selain itu tersedia minumal mocktail herbal dan susu jahe sebagai sajian penutup.

Rahmat Hakim menjelaskan makanan yang disajikan adalah makanan khas Banyuwangi. Mahasiswa asing dipersilahkan untuk mengambil makanan secara prasmanan.
“Ada beberapa makanan tersedia mulai dari nasi, sayur-mayur, olahan ayam, dan buah,” jelasnya dalam bahasa inggris di Minggu (2/10/2022).
Tak hanya disajikan makanan, mahasiswa asing juga diajak membuat olahan modern berbasis jamu, yaitu minuman berjenis mocktail. Selain mocktail, produk unggulan hasil konservasi tanaman obat langka turut diperkenalkan yaitu selaginella celup. Olahan itu sendiri merupakan salah satu bentuk pengembangan jamu tanaman herbal disekitar Geopark Ijen oleh BEM KM SIKIA pada kegiatan PPK (Program Peningkatan Kapasitas) ORMAWA yang lolos pendanaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Baca Juga : BEM KM SIKIA Luncurkan Produk Unggulan Hasil Konservasi Tanaman Obat Langka
“Ini merupakan pengembangan produk jamu herbal dari BEM KM SIKIA berbentuk mocktail dengan bahan alam dari sekitar Geopark Ijen, dengan 3 menu mocktail seperti silky selaginella, sour selaginella dan joy fresh. Ada juga Selaginella celup yang berbentuk semacam teh celup,” tutur Hakim.

Terlihat beberapa mahasiswa asing semangat mencoba membuat mocktail dengan didampingi oleh bartender yang juga mahasiswa SIKIA. Walaupun beberapa bahan melebihi takaran, mereka terlihat senang saat mencoba mengolahnya sendiri. Mulai dari menuang bahan hingga mencampur semua bahan menjadi satu.
Baca Juga : Keseruan Kegiatan World Class University Tanam Mangrove di Teluk Pang-Pang
Pendakian Gunung Ijen menjadi agenda penutup serangkaian Tour De Essential Areas of Pang-Pang Bay Animal Aquatic and Terrestrial Monitoring yang telah digelar selama tiga hari. Perjalanan mengunjungi destinasi wisata unggulan Banyuwangi sejak Jumat (30/9/2022) hingga Minggu (2/10/2022) pun berhasil dijelajah. Mulai dari pesisir pantai hingga mendaki puncak Gunung Ijen 2.386 Mdpl.

Penulis : Azhar
Editor : Melati & Alifia
