FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

SIKIA UNAIR Berikan Penyuluhan Manajemen Kesehatan Ikan demi Meningkatkan Produktivitas Perikanan

BERITA SIKIA – Kamis, (18/08/2022) Aktivitas budidaya ikan dilakukan dengan cara memodifikasi lingkungan buatan semirip mungkin dengan habitat alaminya. Pembudidaya ikan kerap mengalami tantangan produktivitas yang menurun dikarenakan penyakit. Diketahui bahwa penyakit merupakan ketidakseimbangan antara inang, lingkungan, dan patogen. Wawasan terkait penyakit dan kemampuan mendiagnosis cir-ciri ikan yang sakit sangat penting karena menentukan proses budidaya.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi Akuakultur Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam mengambil fokus penyakit ikan dan lingkungan. Acara penyuluhan ini dilakukan di Klinik Ikan Balai Benih Ikan Genteng, Kabupaten Banyuwangi yang diresmikan awal tahun 2022.

Hadirnya klinik Kesehatan ikan adalah hasil kerja sama antara SIKIA UNAIR dan Dinas Perikanan sebagai salah satu inovasi untuk para pembudidaya.

Baca Juga : Atasi Penyakit Ikan, Dosen UNAIR Hadirkan Klinik Ikan di Banyuwangi

Penyuluhan kali ini SIKIA UNAIR memperkenalkan secara singkat system budidaya ikan menggunakan bioflok, aquaoponik, heterotrof dan RAS. Prayogo, S.Pi., M.P selaku pembicara menjelaskan bahwa setiap system budidaya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada prinsip-prinsip yang di dipenuhi untuk dapat menghasilkan produksi ikan maksimal.

Pengamatan parasit ikan dibawah mikroskop

“Persiapan budidaya seperti Manajemen Air; Persiapan Kolam/Tambak; Penebaran Benih Ikan/Udang Bermutu; Pakan dan Manajemen Pakan; Penggunaan Obat-obatan dan Bahan Kimia; Manajemen Kesehatan Ikan/Udang dan Lingkungan; Manajemen Efluen dan Limbah budidaya, dan Manajemen Pasca Panen” tutur Prayogo lebih lanjut.

Selain managemen sistem budidaya, diagnosa hama dan penyakit ikan air tawar juga dijelaskan kepada peserta. Diskusi menarik terjadi ketika salah satu peserta pembudidaya menanyakan bagaimana melakukan identifikasi perasit dan penyakit tanpa menggunakan alat pembaca. Menjawab pertanyaan tersebut Mohammad Faizal Ulkhaq, S.Pi., M.Pi selaku narasumber sekaligus dosen pengajar manajemen kesehatan organisme akuatik menjelaskan beberapa parasit yang dapat diidentifikasi secara langsung.

“Salah satu indikasi yang bisa dilihat secara kasat mata adanya bintik putih” jelasnya

Kejadian penyakit bintik putih atau white spot sering ditemukan pada kasus penyakit parasit ikan. Identifikasi juga dapat dilihat dari perilaku ikan satu dengan yang lainnya. Ikan yang sakit cenderung memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan ikan sehat.

Faizal menambahkan, agar menggunakan pestisida nabati dalam mencegah maupun mengobati penyakit ikan. Penggunaan pestisida nabati dapat mengurangi pencemaran yang dihasilkan selama proses budidaya. Meskipun harga pestisida kimia lebih terjangkau dan hasilnya lebih cepat, namun berdampak buruk terhadap alam sekitar. Lingkungan yang tidak bisa menetralisir akan menyebabkan tertumpuknya pestisida sehingga merusak alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *