FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

SIKIA UNAIR x Poliwangi  Kembangkan Aplikasi Monitoring Cegah Stunting di Desa Wonosobo, Banyuwangi

BERITA SIKIA – Jumat (07/09/2023) Pemerintah terus berupaya melakukan pengembangan sumber daya manusia menyongsong 100 tahun Indonesia menuju generasi emas 2045. Keluarga dan lingkungan masyarakat menjadi kunci melahirkan generasi  unggul yang membawa Indonesia menjadi bangsa maju. Stunting menjadi pekerjaan rumah yang belum terentaskan. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI,  angka stunting  berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Meskipun demikian, penurunan tersebut belum cukup memenuhi target capaian di 2024. Dalam rangka menurunkan angka stunting, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga bersama Politeknik Negeri Banyuwangi melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wonosobo, Srono, Banyuwangi. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pencegahan stunting kepada ibu-ibu Posyandu Mawar Desa Wonosobo.

Sosialisasi pencegahan stunting pada ibu-ibu posyandu mawar
Sumber: Istimewa

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan dibawah standar. Septa Indra Puspikawati, S.K.M., M.PH. menjelaskan dihadapan ibu-ibu yang hadir bahwa pemberian gizi yang cukup sangat diperlukan terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Dosen Gizi Kesehatan Masyarakat tersebut menjelaskan peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi balita sangat diperlukan. Pendampingan dari kader kesehatan posyandu juga penting agar tumbuh kembang anak terkontrol dan angka kejadian stunting dapat dicegah.

Deteksi Dini Pencegah Stunting

Prodi Kesehatan Masyarakat SIKIA UNAIR dan Prodi D3 Teknik Informatika Politeknik Negeri Banyuwangi telah mengembangkan aplikasi bernama NOSTING (no stunting). Aplikasi tersebut diharapkan dapat memudahkan monitoring ibu dan anak sebagai upaya deteksi dini stunting. Aplikasi NOSTING terinspirasi dari sistem pendataan ibu dan anak yang masih bersifat konvensional dan minimnya pengetahuan pentingnya kesehatan gizi yang baik untuk ibu dan anak. Dengan adanya aplikasi nosting, diharapkan dapat memudahkan monitoring antara kader posyandu dan ibu balita, sehingga informasi yang didapatkan bersifat realtime. Aplikasi mulai diuji coba pada posyandu mawar mulai bulan Oktober 2023.

Anak diduga stunting bila tinggi badannya berada dibawah garis merah (-2D) berdasarka kurva WHO. Ini dikarenakan pertumbuhan tulang anak yang tertunda sehingga anak memiliki postur tubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Stunting dapat dicegah dengan pemenuhan kebutuhan protein hewani. Proporsi protein pada diagram isi piringku meletakkan lauk 1/3 dari setengah piring. Pemberian asi esklusif dan makanan pendamping asi pada bayi sampai 2 tahun mencegah terjadi stunting pada anak. Asupan gizi pada ibu hamil juga berperan mencegah bayi terlahir dalam keadaan stunting.

Diselenggarakannya pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan turut meningkatkan kesadaran masyarakat dan peran kader posyandu dalam mempersiapkan anak bebas stunting di Desa Wonosobo. Kolaborasi akademisi SIKIA UNAIR dan Poliwangi bersama komunitas seperti kader posyandu merupakan bentuk upaya mewujudkan poin 3 SDGs kesehatan yang lebih baik sekaligus poin 17 tentang kemitraan yang baik dan berkelanjutan.

Penulis: Jasmine Indah

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *