FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Sinergi PPKS FIKKIA Pelajari Pendekatan 3L untuk Optimalkan Kinerja Satgas

KABAR FIKKIA – Kolaborasi Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) bersama fakultas yang ada di Universitas Airlangga kembali mengadakan webinar seputar kekerasan seksual dan penangannya. Kekerasan seksual memungkinkan terjadi pada civitas akademik di lingkungan kampus. Oleh karena itu, sosialisasi pencegahan dan pananganan terus digalakkan. Dosen Komunisaksi FISIP UNAIR Intan Fitransisa, S. I. Kom., M.Med.Kom diundang sebagai pembicara pada hari Sabtu (7/06/2024). Acara tersebut  turut dihadiri oleh mahasiswa, tendik, serta dosen Universitas Airlangga melalui kanal zoom meeting.

Pengaruh perkembangan jaman dan pergaulan

Dalam pemaparan materinya, intan menjelaskan bahwa peningkatan kasus kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan saat ini dapat dipengaruhi oleh perkembangan jaman dan pengaruh pergaulan. Pelecehan seksual diruang public biasanya terjadi di mulai dari cat calling sampai dengan pemerkosaan. Cat calling ini artinya pelecehan seksual yang dilakukan di ruang publik dengan memberikan kata-kata tidak senonoh kepada korban. Contohnya “suit-suit”, siulan, decakan dan sejenisnya yang bernuansa seksual.

“Nah, kekerasan seksual ini korbannya juga bukan hanya terjadi di perempun namun korbannya juga ada laki-laki”. Imbuh Dosen Komunikasi FISIP

Selain itu perundungan dan intoleransi biasanya terjadi karena adanya perbedaan pandangan tentang trend penampilan atau bahkan yang krusial yaitu latar belakang agama mereka terutama pandangan ideologis. 

Menyikapi tanda-tanda pada korban kekerasan seksual, intoleransi dan perundungan

Sikap yang dapat dilakukan pada korban adalah dengan melakukan dukungan psikologis awal. Psikologis awal ini antara lain dengan look, listen dan Link. Look (lihat) pendekatan dengan pengamatan keamanan, kebutuhan dasar mendesak dan reaksi stress dari korban. Listen (dengar) pendekatan dengan hubungi secara intens dan berkala pada orang yang mungkin membutuhkan bantuan baik tentang kebutuhannya dan keprihatinan serta mendengarkan keluh kesahnya untuk tetap tenang. Selanjutnya link (menghubungkan) pendekatan sikap yang dilakukan dengan membantu orang mampu menyelesaikan masalahnya, memberikan informasi yang detail, dan menghubungkan orang tersebut dengan keluarga atau orang terdekat.

Menyikapi tanda-tanda korban kekerasan seksual sewajarnya menganut asas praduga tidak bersalah pada pelaku sebelum memberikan assessment. Selain itu, sikap yang dilakukan dalam pendampingan korban dengan melakukan koordinasi dengan Sumber Daya Masyarakat dan rektorat serta mengarahkan UKBH dalam penyusunan rekomendasi terhadap korban. Sinergi ini nantinya dapat menciptakan prosedur yang jelas dan adil dalam penyelidikan dan tindak lanjut kasus-kasus kekerasan seksual, perundungan dan intoleransi sehingga mampu membrikan perlindungan kepada korban dengan tepat. 

Tim PPKS FIKKIA siap lakukan pendampingan

Dwi Retna Kumalaningrum mewakili tim PPKS FIKKKIA sekaligus dosen Akuakultur mengharapkan dengan adanya sosialisasi para korban tidak perlu takut untuk melaporkan kepada dosen maupun tim PPKS.

“Kami siap untuk mendampingi sampai proses terselesaikan secara adil”. Ujarnya

Selain itu, dengan adanya webinar ini diharapkan semakin meningkatnya kesadaran semua civitas untuk tidak melakukan perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi di lingkungan Universitas Airlangga.

Penulis: Dwi Retna Kumalaningrum

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *