KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi berkolaborasi dengan Yayasan Darul Ilmi Banyuwangi dan Yayasan Al Afkar Surabaya menyelenggarakan sunatan massal. Kegiatan berlangsung di Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Minggu, (22/06/2025). Sinergi antara dunia pendidikan tinggi, lembaga masyarakat, dan pemerintah desa tersebut menjadi pondasi penting meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara inklusif. Kegiatan itu juga merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat yang menjadi ruang pembelajaran mahasiswa kedokteran FIKKIA untuk terlibat aktif dalam pelayanan kesehatan primer.

Sunat memiliki banyak manfaat dari segi kesehatan. Prosedur ini membantu mencegah infeksi saluran kemih, menjaga kebersihan organ genital, serta menurunkan risiko penyakit menular seksual di masa mendatang. Dalam konteks masyarakat tropis seperti Indonesia, sunat juga berperan dalam mencegah fimosis, balanitis, dan infeksi berulang akibat higienitas yang rendah. Karena itu, pelaksanaan sunat yang aman dan profesional menjadi langkah penting dalam membangun fondasi kesehatan reproduksi sejak dini.
Arak-arakan dan Pembukaan Acara Sunat
Sebanyak 50 peserta anak mengikuti rangkaian kegiatan sunatan massal yang dimulai sejak pagi. Proses dimulai dari registrasi peserta di Balai Desa Kampung Anyar, dilanjutkan dengan arak-arakan menuju Pendopo Pondok Darul Ilmi. Peserta sunatan massal mengikuti pawai menggunakan kendaraan masing-masing yang diawali delman hias dengan iringan hadroh keliling. Wajah ceria peserta tampak dari prosesi tersebut. Peserta kemudian mengikuti pembukaan resmi yang diisi tilawah Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Yayasan Darul Ilmi Banyuwangi, Yayasan Al Afkar Surabaya, dan pemerintah desa. Dari pengarahan tim medis, masyarakat diminta melakukan persetujuan (informed consent) sebelum memulai kegiatan. Salah satu anak yang mengikuti sunat menyebut sunat menggunakan metode laser tidak merasakan sakit sama sekali. Keberanianlah yang membuat dirinya tidak takut dengan prosedur sunat mulai dari injeksi anestesi lokal, circumsisi, dan penjahitan.
Keterlibatan Mahasiswa dan Dosen Kedokteran FIKKIA UNAIR
Mahasiswa Prodi Kedokteran FIKKIA UNAIR turut menjadi bagian dari tim pembantu prosedur sunatan. Bertugas di ruang-ruang tindakan yang tersebar dalam dua kelas pondok dengan tiga kamar tindakan. Mahasiswa turut berperan sebagai asisten dokter dan edukator bagi peserta serta pendamping. Tidak hanya fokus pada aspek medis, mahasiswa juga terlibat dalam pengelolaan logistik, alur peserta, dan komunikasi dengan wali atau pendamping.Bahkan dr. Muhammad Surya Negara, Sp.U. yang merupakan dosen Kedokteran FIKKIA turut membantu tata laksana sunatan.

Kegiatan menjadi momentum pembelajaran lapangan yang membentuk empati, ketelitian, serta keterampilan klinis secara langsung. Setelah tindakan, peserta mendapat bingkisan berupa goodie bag, uang saku, serta difasilitasi dokumentasi di photobooth yang telah disiapkan panitia. FIKKIA UNAIR terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan sosial-medis berbasis masyarakat sebagai bagian dari misi tridarma perguruan tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya pelajar, tetapi juga agen perubahan dan pelayan masyarakat yang sesungguhnya.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Health Good and Wee-being, dan ke-17 Partnerships for the Goals
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor Avicena C. Nisa
