FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Sosialisasi “Kenali Gejala Awal Tumor Otak” di Banyuwangi

KABAR FIKKIA – Rabu, (21-22/ 02/ 2023) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tumor otak, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam Universitas Airlangga secara berturut-turut adakan sosialisasi di tiga lokasi berbeda. Sosialisasi berfokus pada pencegahan dan deteksi dini dalam upaya menjaga kesehatan otak. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Universitas Airlangga dan Brain Tumor Indonesia.

Berlokasi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi, SD 1 Muhammadiyah Banyuwangi, Dinas Kesehatan, dan Perpustakaan FIKKIA Kampus Mojo, sosialisasi berhasil membuka wawasan peserta terkait deteksi dini umor otak. Universitas Airlangga Banyuwangi menjadi tuan rumah sosialisasi pengenalan gejala awal tumor otak.

Dokter Bedah Saraf Prof. Rob J.M. Groen, MD, Phd Guru Besar Universitas Medical Center Groningen dan Dr. dr. Rahadian Indarto Susilo, Sp.BS(K) dari Universitas Airlangga menjadi pembicara topik penting tersebut

Mengenal tumor otak

Otak merupakan organ yang berfungsi mengendalikan semua aktivitas normal tubuh sekaligus pusat penyimpanan memori manusia. Jaringan pada otak memiliki susunan utama sel-sel saraf (neuron) yang berfungsi menyampaikan sinyal antarsel dan sel-sel glia yang berfungsi mendukung dan mempertahankan keseimbangan cairan di sekeliling neuron. Pertumbuhan sel saraf dan sel glia yang tidak normal menjadi awal terbentuknya tumor otak.

Kasus tumor otak mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat peningkatan tersebut terjadi sebesar 10 hingga 25 persen. Beberapa kasus tumor otak juga ditemukan pada anak-anak sehingga berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Adanya peningkatan kasus disebabkan terlambatnya penanganan.

Dalam wawancara terkait sosialisasi, Faldi mahasiwa STIKES Banyuwangi Program Studi D3 Keperawatan mengungkapkan bahwa sosialisasi yang diadakan memberikan wawasan baru mengenai penyakit tumor otak dan memberikan manfaat besar dalam memahami tumor otak, baik dari segi penanganan maupun deteksi dini.

Kenali gejala dan dapatkan penanganan dini

Ditemui saat wawancara, Dr. Rahadian menekankan pentingnya diteksi dini. Gejala tumor otak mirip dengan penyakit lain sehingga membuatnya sering terabaikan. Menurutnya, deteksi dini akan memungkinkan pemberian terapi yang lebih maksimal, sehingga meningkatkan peluang kesembuhan bagi penderitanya.

Adapun gejala yang dapat diwaspadai yakni nyeri kepala, mual dan muntah, adanya gangguan pengelihatan (penyempitan lapang pandangan), lemah satu sisi tubuh, gangguan keseimbangan, kesulitan berbicara, gangguan konsentrasi, perubahan kepribadian (mood mudah berubah-ubah), kejang, dan timbul gangguan pendengaran. Seseorang disarankan melakukan konsultasi ke dokter atau tenaga medis apabila mengalami sakit kepala yang tidak berkesudahan.

“Misalnya timbul sakit kepala, mual, muntah. Sudah minum obat seperti biasanya, tapi tetap sakit dan semakin parah. Gejala makin sering datang, maka disarankan mendatangi fasilitas kesehatan agar dilakukan pemeriksaan oleh dokter”. Ujar dr. Rahardian

Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan aktif terlibat mencegah dengan melakukan  deteksi dini tumor otak. Sehingga memiliki penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well Being

Penulis : Putri Erlina

Editor : Choirun Nisa

SERTIFIKAT KEGIATAN PESERTA :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *