KABAR FIKKIA – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi menggelar acara refleksi bertajuk Dari Luka September ke Janji Pemuda: Refleksi Mahasiswa sebagai Agen Perubahan. Kegiatan terselenggara pada Kamis (28/10/2024) malam di Aula Kampus Sobo. Acara ini digagas oleh BLM FIKKIA, bersama Kementerian Sosial dan Politik BEM FIKKIA, Kelompok Kajian Islam (KKI) FIKKIA, dan Pondok Literasi Airlangga. Kegiaatan ini terbuka untuk seluruh mahasiswa FIKKIA dimana mereka turut serta, memanfaatkan momen ini untuk merenungi peran mereka sebagai agen perubahan sosial di masyarakat.
Acara ini menghadirkan Safanesa Alifia, kader Talenta Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ia menyampaikan perspektif tentang pentingnya peran pemuda sebagai penggerak perubahan.

“Semangat pemuda tidak terbatas pada disiplin ilmu tertentu; seluruh mahasiswa adalah bagian dari semangat persatuan bangsa, dan mereka memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif di masyarakat.” Ucap Safanesa, mengingatkan peserta tentang kontribusi lintas disiplin yang dapat mereka lakukan.
Kegiatan berlangsung dalam format diskusi interaktif yang memadukan perspektif akademik, sosial, agama, dan literasi. Dari KKI FIKKIA, disampaikan bahwa setiap langkah perubahan selaras dengan nilai persatuan yang diajarkan agama.
“Semangat persatuan ini menjadi landasan penting bagi setiap tindakan mahasiswa yang ingin membawa perubahan positif.” ungkap perwakilan KKI.
Ketua BLM UNAIR Banyuwangi, Cheisa, juga turut berkomentar bahwa acara ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan di tengah rutinitas akademik mahasiswa. “Kami ingin agar mahasiswa melihat peran mereka bukan hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial,” ujar Cheisa. Dengan rutinitas akademik yang padat, Cheisa berharap acara ini dapat mengingatkan mahasiswa bahwa peran mereka sebagai agen perubahan sosial sangatlah penting.
Perwakilan BEM FIKKIA menyampaikan bahwa acara ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran politik dan sosial mahasiswa terhadap isu-isu kebangsaan. “Kami berharap mahasiswa UNAIR Banyuwangi bisa mengaplikasikan kesadaran sosial yang diperoleh dalam acara ini ke kehidupan sehari-hari,” kata perwakilan BEM FIKKIA, yang mengingatkan pentingnya refleksi terhadap perjuangan masa lalu.
Pondok Literasi Airlangga menambahkan bahwa pemahaman sejarah dapat menjadi cermin untuk masa depan yang lebih baik. “Sejarah adalah pengingat dan sumber pembelajaran agar semangat perubahan terus dihidupkan dalam diri kita sebagai mahasiswa,” ujar perwakilan Pondok Literasi Airlangga.
Dengan semangat Sumpah Pemuda sebagai inspirasi, acara ini diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa UNAIR Banyuwangi untuk terus berkontribusi aktif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Melalui refleksi ini, mahasiswa diajak untuk tidak terjebak dalam rutinitas akademik semata, namun juga terus berperan dalam perubahan sosial sesuai peran mereka sebagai mahasiswa hingga masa depan.
Penulis: Cheisa Alfii Yudha Nasrullah
Editor: Avicena, C. Nisa
