KABAR FIKKIA – Direktorat Kemahasiswaan Universitas Airlangga telah mengumumkan penerima bantuan pendanaan PPK ORMAWA 2024. Dua tim PPK Ormawa FIKKIA UNAIR berhasil meraih pendanaan tersebut. Pengumuman berdasarkan keputusan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan 2024 Kemendikbudristek yang dirilis melalui IG resmi DITMAWA UNAIR. Tim FIKKIA menjadi bagian dari empat tim Universitas Airlangga yang lolos pendanaan di tingkat nasional.
Pendanaan yang diberikan untuk meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan yang diimplementasikan dalam bentuk program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Penerimaan bantuan pendanaan FIKKIA UNAIR 2024 termasuk yang ketiga kalinya. Selama tiga tahun berturut-turut tim FIKKIA UNAIR sukses mendapatkan pendanaan oleh 2 kelompok yang mengusung tema konservasi pada tahun 2023 dan 2022.
Mengusung tema konservasi dan pelayanan masyarakat
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan komunitas minat bakat mahasiswa masing-masing membawakan tema besar konservasi dan pemberdayaan. Berikut 2 tim yang lolos pendanaan:
- Komikat Pecinta Alam & Konservasi FIKKIA UNAIR. Judul “Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Pada Kelompok Konservasi Tanaman Obat Pada Desa Tabib Tangguh Iklim Tamansari Banyuwangi”.
- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIKKIA UNAIR. Judul “ RUMPIKU: Rumah Preventif, Inovatif, dan Kuratif Pada Pelayanan Kesehatan Berbasis Etnografi Dalam Upaya Mewujudkan Desa Watukebo Banyuwangi”
Ketua panitia kelompok komikat pecinta alam & konservasi FIKKIA UNAIR, Anta Dzakky (Akuakultur 2021) menjelaskan akan melakukan akan merealisasikan program yang telah diajukan sesuai dengan proposal. Diantara kegiatannya yaitu mulai dari konsolidasi bersama pihak-pihak terkait, pembentukan kelompok masyarakat tangguh iklim, kemudian ada sosialisasi tentang penyakit iklim, pemahaman tentang pencegahan bencana seperti sistem pertanian kontur, pemanfaatan energi terbarukan yaitu panel surya, dan juga pembuatan jamu untuk menangani penyakit iklim.
Tim konservasi juga mengajak warga masyarakat melakukan resep produk jamu. Mahasiswa juga mengajak pemuda disana melakukan survey pre test post test untuk melihat potensi pasar. Urusan pemasaran tentunya pelatihan digital marketing juga diajarkan kepada masyarakat. Output yang dihasilkan dari kegiatan tersebut yaitu pemahaman masyarakat tentang penyakit iklim dan penanggulangannya. Masyarakat secara mandiri dapat mengolah jamu untuk menangani penyakit iklim, keberadaan panel surya di beberapa titik dapat menunjang produksi jamu dan tempat penyemaian tanaman. Selain itu, terdapat pembuatan modul tentang penyakit iklim, panel surya, dan pertanian kontur, dan juga menerbitkan produk-produk jamu yang berkualitas
Ketua panitia kelompok Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIKKIA UNAIR, Azizah (Kesehatan Masyarakat 2021) menjelaskan akan menjalankan program kegiatan yang sudah disusun mulai dari konsolidasi, pemetaan penyakit, sosialisasi, pelatihan pembuatan foodbar, penyusunan buku cerita edukatif dan penyusunan modul untuk juknis kader. Output yang dihasilkan dari kegiatan tersebut yaitu dapat menurunkan angka stunting di Desa Watukebo. Daerah tersebut menjadi fokus penanggulangan stunting di Banyuwangi, oleh karenanya program ini mendapatkan dukungan penuh oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi
Penulis : Diva Desmita
Editor: Avicena C. Nisa
