KABAR FIKKIA – Libur sekolah telah tiba, saatnya memanfaatkan waktu berwisata bersama keluarga. Salah satu destinasi favorit adalah kebun binatang, yang tak hanya menawarkan hiburan visual, tetapi juga edukasi tentang satwa dan lingkungan. Namun di balik keseruan itu, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan agar kunjungan tetap aman, nyaman, dan tidak membahayakan satwa maupun pengunjung.
drh. Nur Rusdiana, M.Si., menyatakan ada peran tenaga professional, termasuk dokter hewan, dibalik aman dan nyamannya pengelolaan kebun binatang. Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas kesehatan satwa, tetapi juga memastikan interaksi antara manusia dan hewan berlangsung aman dan bertanggung jawab.

“Perlu diperhatikan agar kunjungan ke kebun binatang tetap aman dan menyenangkan. Tak hanya soal keselamatan pribadi, tapi juga demi kenyamanan satwa tentunya”. Ucap dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner FIKKIA Universitas Airlangga.
Pahami Aturan dan Jaga Etika Berkunjung
Agar interaksi berjalan aman, pengunjung perlu memahami aturan dasar kebun binatang.
“Selalu baca papan informasi dan petunjuk. Jangan mengetuk kaca kandang, jaga jarak aman, dan hindari menggunakan flash saat memotret,” jelas drh. Diana.
Ia juga menekankan pentingnya mengenali medan lokasi kebun binatang dan memakai pakaian yang nyaman.
Kesalahan umum yang sering terjadi antara lain memberi makan hewan dengan cara yang salah. Beberapa pengunjung melempar makanan dari luar, bahkan masih dalam kemasan plastik.
“Ini sangat berbahaya bagi satwa dan bisa mengganggu perilaku alaminya,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar pemberian pakan hanya dilakukan dengan makanan yang telah disediakan oleh kebun binatang dan disetujui oleh dokter hewan.

Anak-anak pun perlu diajari sejak awal untuk menjaga jarak, tidak berisik, dan tidak mengganggu hewan. Bila anak belum cukup usia untuk mengikuti arahan, orang tua bisa menggendong atau menggunakan stroller untuk menjaga jarak aman. Memberi edukasi singkat sebelum kunjungan bisa membantu anak memahami batasan yang ada.
Jaga Kebersihan dan Siap Hadapi Risiko
Selain keselamatan fisik, pengunjung juga perlu mewaspadai potensi risiko kesehatan. Meski jarang terjadi, penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis) bisa saja menular. Maka itu, mencuci tangan setelah menyentuh fasilitas umum atau memberi makan hewan sangat dianjurkan.
“Ini berlaku untuk semua usia, bukan hanya anak-anak,” tutur drh. Diana.
Bila terjadi insiden seperti gigitan atau cakaran, segera laporkan ke petugas. Sebagian besar kebun binatang sudah memiliki SOP tanggap darurat untuk menangani situasi seperti ini. Prosedur ini mencakup penanganan medis awal, pelaporan insiden, hingga evaluasi keamanan internal.
Dengan mematuhi aturan dan bersikap bijak, liburan ke kebun binatang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, aman, dan penuh pembelajaran.
“Kuncinya adalah menghormati satwa dan lingkungan tempat mereka hidup,” tutupnya.
Pengunjung juga diharapkan dapat menjadi agen edukasi bagi sesama, dengan memberi contoh perilaku yang bertanggung jawab selama berkunjung.
Penulis: Ryan Adi Taufiqurrahman
Editor: Avicena C. Nisa
