KABAR FIKKIA – Tim Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menebar 4.000 bibit ikan nilem dan wader cakul di Talang Paras, Licin, Banyuwangi, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat ICOHS 2026 untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan melalui edukasi lingkungan, pengenalan ikan lokal, dan pemeriksaan kualitas air.
Kegiatan tersebut melibatkan warga setempat dan pengelola Talang Paras. Melalui edukasi dan aksi langsung, tim mendorong masyarakat mengenali potensi lingkungan sekaligus memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.
Mengenal Lingkungan dan Potensi Ekowisata
Tim Akuakultur memberikan edukasi mengenai kondisi lingkungan dan potensi ekowisata Talang Paras. Pengelola wisata, warga sektar, serta pengunjung Talang Paras diajak memahami bahwa sumber daya alam memiliki nilai ekologis sekaligus berpotensi mendukung kegiatan wisata berkelanjutan.
Pengembangan ekowisata perlu mempertimbangkan daya dukung lingkungan, keanekaragaman hayati, dan keterlibatan masyarakat setempat. Pengelolaan yang tepat dapat membantu menyelaraskan pemanfaatan sumber daya alam dengan upaya perlindungan ekosistem. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin mengenali potensi lingkungan di sekitarnya. Pemahaman tersebut juga diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan.
Mengenal Keanekaragaman Ikan Lokal
Tim juga memperkenalkan berbagai jenis ikan lokal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keanekaragaman biota perairan. Pengenalan ini menekankan pentingnya menjaga ikan beserta habitat yang mendukung kehidupannya. Keberadaan ikan di perairan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kualitas air, ketersediaan pakan alami, kondisi habitat, dan aktivitas manusia. Karena itu, pemantauan kualitas air menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengelolaan ekosistem perairan.

Dalam kegiatan ini, tim melakukan pemeriksaan kualitas air sebagai bagian dari pengenalan kondisi perairan Talang Paras. Informasi tersebut penting untuk memahami kesesuaian lingkungan bagi kehidupan biota perairan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar Ammonia, Nitrit, dan Nitrat air Talang Paras menunjukkan 0, Sedangkan fosfat : 0,03. Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas air sesuai dengan SNI yang mendukung kehidupan ekosistem didalamnya.
Tebar 4.000 Bibit Ikan Lokal Endemik
Salah satu kegiatan utama adalah penebaran 4.000 bibit ikan nilem dan wader cakul. Pemilihan jenis ikan perlu mempertimbangkan kesesuaian spesies dengan kondisi perairan serta dampaknya terhadap keseimbangan ekosistem. Hilmy Maulana, S.Pi., M.Si., selaku pemateri sekaligus penggagas kegiatan, menjelaskan alasan pemilihan ikan nilem dalam kegiatan tersebut.
“Kami memilih ikan nilem sebagai salah satu ikan yang ditebar karena ikan nilem merupakan ikan lokal dan tidak bersifat invasif. Selain itu, ikan nilem juga telah dimanfaatkan dalam terapi ikan, sehingga berpotensi menjadi daya tarik wisata di Talang Paras,” ujar Hilmy.

Penebaran bibit ikan diharapkan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan dengan tetap memperhatikan kondisi ekologis perairan. Kesesuaian jenis ikan, kualitas air, dan daya dukung habitat menjadi pertimbangan penting dalam kegiatan tersebut. Aklimatisasi selama 30 menit perlu dilakukan agar ikan dapat mengenal dan beradaptasi terlebih dahulu dengan suhu lingkungan. Aklimatisasi juga membantu ikan tidak stress ketika ditebar ke perairan yang baru.
Melalui pengabdian masyarakat ini, FIKKIA UNAIR mendorong kolaborasi antara akademisi, pengelola kawasan, dan masyarakat. Edukasi lingkungan serta pengenalan keanekaragaman ikan diharapkan memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian ekosistem perairan dan pemanfaatan potensi lokal secara bertanggung jawab.
Penulis: Sabitha Helmi
Editor: Avicena C. Nisa