KABAR FIKKIA – Laboratorium terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga dikejutkan oleh kedatangan bangkai rusa dari Balai Besar Koservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur V. Rusa berjenis kelamin jantan itu diketahui memasuki pemukiman warga di kawasan Kelurahan Mandar Banyuwangi, sebelum diamankan oleh tim BKSDA.
Ketua identifikasi Maya Nurwartanti Yunita drh., M.Si. menerima bangkai rusa tersebut untuk kemudian dilakukan autopsi (nekropsi) dibantu mahasiswa profesi dokter hewan dan laboran yang bertugas pada Senin (29/09/2025) di Laboratorium Patologi.
Rusa Timor (Rusa timorensis) memiliki sebaran luas hampir di seluruh Indonesia. Meski demikian, satwa asli Indonesia tersebut berstatus terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (UICN) karena maraknya perburuan, hilangnya habitat, dan alih fungsi lahan.
Identifikasi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian pasti rusa.
“Kami akan melakukan pemeriksaan eksternal berdasarkan tanda-tanda yang terlihat terlebih dahulu. Apakah terdapat perdarahan, atau penyebab lain yang menjadi sebab kematiannya” ujar Maya saat diwawancara.
Berdasarkan keterangan Nurul Huda Sani, dokter hewan BKSDA, rusa diketahui memuntahkan cairan dari dalam mulutnya sebelum dinyatakan mati.
Pemeriksaan eksternal setelah kematian ditemukan darah yang keluar dari mulut (hemoragi). Beberapa bagian tubuh terdapat bekas jerat tali dan luka pada bibir. Adapun sampel yang diambil diantaranya cairan trakea dan esofagus, sampel feses, dan sampel organ paru-paru, lambung, hati, dan jantung.
Saat ini Maya bersama sembilan asisten dosen sedang melakukan proses nekropsi. Nekropsi bangkai rusa dilakukan sebagai upaya pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab kematian hewan eksotis tersebut.
Penulis: Tasya Ramadhani
Editor: Avicena C. Nisa
