KABAR FIKKIA – Inseminasi buatan pada kuda kini menjadi salah satu teknik penting dalam pengembangan peternakan kuda modern. Metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi reproduksi, tetapi juga membantu mencegah penularan penyakit serta mempertahankan kualitas genetik hewan. Mengingat tingginya urgensi dan relevansi topik ini, Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Fakultas Ilmu Kedokteran, Kesehatan Hewan, dan Ilmu Alam (FIKKIA) menyelenggarakan kuliah tamu daring bertema “Inseminasi Buatan pada Kuda dan Penyakit Reproduksi pada Kuda” pada Sabtu (16/08/2025).
Acara ini dilaksanakan melalui platform Zoom. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran lebih dari 90 peserta dari berbagai universitas. Termasuk Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dan Banyuwangi, Universitas Brawijaya (UB), serta Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Keikutsertaan mahasiswa lintas kampus menunjukkan minat besar terhadap topik reproduksi kuda, khususnya dalam konteks inseminasi buatan dan penanganan penyakit reproduksi.
Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes, sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan materi secara komprehensif. Mulai dari teknik inseminasi buatan pada kuda, penyebab umum gangguan reproduksi, hingga manajemen pemeliharaan kuda yang optimal untuk mendukung keberhasilan reproduksi.
“Awalnya saya mengira peserta hanya dari UNAIR, tetapi ternyata banyak yang berasal dari UB dan UWKS, sehingga melebihi ekspektasi saya.” Ungkap Dr. Emy saat menanggapi tingginya partisipasi peserta dalam sesi kuliah.
Poin penting yang disampaikan Dr. Emy adalah persiapan kuda sebelum dan sesudah inseminasi buatan. Sebelum IB, kuda betina harus dalam kondisi sehat prima. Kondisi tersebut dilihat dengan pemantauan siklus estrus yang tepat, agar inseminasi dilakukan pada waktu ovulasi yang optimal. Setelah IB, perawatan intensif seperti pengawasan kesehatan, pemberian suplemen pendukung, dan menghindarkan stres pada kuda sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan fertilisasi.
Ketua pelaksana kegiatan, Muchammad Abdul Malik Bazeid (KH 2024), menyampaikan bahwa acara berjalan sukses dan mendapat sambutan positif.
“Ini merupakan bukti bahwa tema inseminasi dan penyakit reproduksi pada kuda sangat menarik dan relevan. Tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga praktisi di lapangan,” ujarnya.
Malik juga menambahkan bahwa acara ini memberikan wawasan praktis sekaligus memperluas jaringan akademik antaruniversitas.
Kegiatan ini menambah pengetahuan peserta mengenai teknik reproduksi kudaserta pengembangan profesionalisme di bidang kedokteran hewan. Khususnya dalam praktik manajemen reproduksi hewan.
Penulis: Ajeng Aprisa Simorangkir
Editor: Avicena C. Nisa
