FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Tips Lolos Beasiswa Studi Lanjut Luar Negeri dari drh. Adit FIKKIA

KABAR FIKKIA – Dalam dunia akademik, dedikasi dan kerja keras sering kali menjadi kunci untuk meraih prestasi. Hal ini dibuktikan oleh Aditya Yudhana, drh., M.Si., seorang dosen di Divisi Parasitologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga. Baru-baru ini, Drh. Aditya berhasil diterima sebagai salah satu penerima beasiswa MEXT Scholarship 2024. Tak tanggung-tanggung, MEXT merupakan beasiswa bergengsi dari pemerintah Jepang. Dosen parasitologi tersebut berhasil melanjutkan studi doktoral di Laboratory of Bioenvironmental Sciences, Graduate School of Veterinary Science, Osaka Metropolitan University, Jepang.

Dokter Adit menyampaikan, sebenarnya banyak sekali peluang dan kesempatan beasiswa di luar negeri. Oleh karena itu diperlukan kesiapan diri mahasiswa sebelum memutuskan mendaftar pada beasiswa yang diinginkan.

Persiapan kemampuan diri

Dalam wawancara eksklusif, Drh. Aditya menjelaskan panjangnya proses seleksi beasiswa MEXT. Ia bercerita proses seleksi berlangsung kurang lebih satu tahun lamanya. Berbagai persiapan perlu dilakukan seperti mengasah kemampuan berbahasa inggris, mencari calon supervisor, yang juga memakan waktu sekitar satu tahun.

“Jadi, total waktu yang dibutuhkan hingga akhirnya diterima beasiswa ini adalah dua tahun. Tidak instan, prosesnya harus dijalani dengan sabar, dan alhamdulillah saya salah satu yang terpilih,” ujarnya.

Drh. Aditya menjadi 1 dari 2 atau 3 orang se-Indonesia yang diterima setiap tahunnya di Osaka Metropolitan University. Jumlah pelamar untuk program doktoral bisa mencapai 50 hingga 70 orang/ tahunnya. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan untuk mendapatkan beasiswa ini.

Persiapan proposal penelitian

Sebagai dosen, ia membagi waktunya dengan cermat di tengah-tengah kesibukan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Persyaratan lain yang tidak kalah penting yaitu proposal penelitian. Ia menjelaskan bahwa dalam beasiswa MEXT, proposal disebut sebagai “description of research plan”. Dimana setiap aspek penelitian harus direncanakan dengan matang. Terdapat poin yang harus dijabarkan secara detail. Mulai dari timeline pengerjaannya, kapan dikerjakan, tahapan pengerjaan, hingga target terselesaikannya penelitian.

Proses penyusunan “description of research plan” ini tidak bisa dilakukan sendirian. Beberapa kali diskusi intensif dengan calon supervisor terpilih di Jepang. Hal ini penting untuk memastikan bahwa rencana penelitian yang diajukannya tidak hanya relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Jepang, tetapi juga dapat diterapkan dan dikembangkan di Indonesia.

Dengan pencapaian ini, Drh. Aditya Yudhana tidak hanya membawa kebanggaan bagi Universitas Airlangga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para akademisi dan peneliti muda di Indonesia yang bercita-cita melanjutkan studi di luar negeri. Selamat kepada Drh. Aditya, semoga sukses dalam studi dan penelitiannya di Jepang.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *