FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Tips Memilih Hewan Kurban Sehat dengan Dokter Hewan SIKIA Unair

Seluruh muslim di dunia saat ini menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1443 H yang jatuh pada tanggal 9 Juli 2022 atau 10 Dzulhijjah. Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan penyembelihan hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban memiliki makna sebagai bukti dan wujud ketakwaan diri sekaligus ungkapan syukur kepada Maha Pencipta. Selain itu, kita dapat menebarkan kebahagiaan dengan membagikan daging kurban kepada sesame manusia

Menjelang Hari Raya Idul Adha, tentu saja permintaan hewan kurban semakin meningkat seperi kambing dan sapi. Sebagai masyarakat tentunya kita harus pandai memilih hewan kurban yang sehat. Terlebih lagi saat ini di Indonesia sedang terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau dalam dunia internasional disebut dengan Foot and Mouth Disease (FMD) merupakan penyakit yang menyerang hewan ternak berkuku seperti kambing, kerbau, dan sapi serta dapat menyerang hewan liar seperti gajah dan rusa. Penyakit ini disebabkan oleh virus dalam klasifikasi family Picornaviridae dari genus Apthovirus. Penyakit ini memiliki gejala klinis yaitu terdapat gelembung air atau lepuhan yang menyerupai cacar air di bagian lidah, mukosa pipi dan lidah serta mulut dan di bagian teracak kaki.

Saat diwawancara beberapa hari lalu, Ratih Novita Praja, drh., M.Si. yang juga pengajar Kedokteran Hewan Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam menyampaikan sebenarnya penyakit ini tidak bersifat Zoonosis atau tidak menular dari hewan ke manusia. Meskipun demikian, masyarakat harus menghindari bagian-bagian tertentu yaitu bagian mulut, teracak kaki serta jeroan. Selain itu, pemasakan daging juga harus dilakukan dengan sempurna dalam artian harus matang secara menyeluruh.

Pemeriksaan mulut sapi
Sumber : kompas.com

Sesuai syariat islam, dalam memilih hewan kurban dianjurkan untuk memilih hewan ternak yang sehat dan tidak cacat. Lantas, bagaimana tips memilih hewan kurban yang bebas dari PMK? Dalam kegiatan Podcast yang mengulik Penyakit Kuku dan Mulut ini, Ratih Novita Praja, drh., M.Si. ditemani Prima Ayu Wibawati, drh., M.Si menyampaikan dalam memilih hewan kurban yang baik yakni perlu melihat secara fisik yang memiliki rambut bersih dan tidak kusam, rambut mengkilat, perilaku hewan yang lincah, nafsu makan yang baik, serta memilih hewan yang tidak memiliki lepuhan-lepuhan terutama di bagian teracak kaki dan di bagian mulut.

“Daging dari hewan yang terjangkit PMK tidak terjadi perubahan. Yang terjadi perubahan hanya pada bagian mulut dan teracak kaki yakni terdapat lepuhan. Ketika disembelih dengan sesuai syariat islam dan diedarkan itu diperbolehkan. Hanya bagian-bagian yang terdapat lepuhan dan tulang yang disingkirkan” tambah Prima.

Sehingga, selama terdapat hewan yang sehat, sebaiknya masyarakat memilih hewan yang tidak terpapar PMK.

Pada dasarnya, hewan yang terjangkit PMK boleh di konsumsi. Namun, sebaiknya tetap memilih hewan yang sehat terutama untuk dikurbankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *