FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Tips Perawatan Ikan Hias Sebelum dan Sesudah Ditinggal Mudik Lebaran

Mudik adalah tradisi masyarakat Indonesia yang pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan orang tua dan sanak saudara lain. Tradisi ini umumnya dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri dimana masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama muslim melakukan mudik. Persiapan menjelang mudik pun kian dilakukan agar perjalanan terasa aman dan lancar.

Salah satu yang biasa dikhawatirkan saat persiapan mudik adalah merawat hewan peliharaan. Jenis ikan hias yang banyak dipelihara masyarakat Indonesia contohnya adalah berikut.

  • Ikan Koi (Cyprinus carpio)
  • Ikan Maskoki (Carassius auratus)
  • Ikan Arwana super red (Sceleropages legendrai)
  • Ikan Cupang hias (Betta splendens)
  • Ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi)
  • Ikan Hias Angelfish (Pterophyllum spp.), dan berbagai jenis ikan hias air tawar lainnya.

Persiapan ikan sebelum mudik

Ikan-ikan tersebut hidup di habitat air tawar sehingga banyak dipelihara karena perawatan yang mudah. Ikan hias menjadi salah satu hewan peliharaan yang memerlukan perawatan ekstra saat ditinggal mudik lebaran. Sebelum mudik, persiapan terhadap ikan peliharaan dalam akuarium perlu dilakukan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan saat memelihara ikan di waktu sebelum dan sesudah mudik adalah sebagai berikut.

  1. Menguras air. Menguras akuarium bertujuan agar kualitas air bisa terjaga selama ditinggal mudik lebaran. Feses dan sisa pakan mengandung amoniak yang dalam jumlah tinggi dapat menjadi toksik bagi ikan. Air yang sudah dikuras akan memiliki masa steril yang lebih lama dibandingkan yang tidak dikuras. Komponen lain dalam akuarium seperti aerator juga juga perlu diperhatikan. Ikan yang membutuhkan aerasi, maka aerator harus selalu dalam keadaan hidup. Ikan tidak dapat bertahan lebih dari 30 menit apabila aerator mati.
  2. Memasang autofeeder. Autofeeder adalah mesin pemberi pakan otomatis pada akuarium. Mesin autofeeder sudah dilengkapi dengan timer sehingga bisa memberi jangka waktu pemberian pakan ikan dalam sehari. Autofeeder dapat dibeli di e-commerce dengan berbagai macam model untuk akuarium. Disarankan mengurangi dosis pakan dari biasanya agar jumlah feses dan sisa pakan selama ditinggal tidak menumpuk.
  3. Memeriksa kesehatan ikan. Pengamatan kesehatan ikan dapat dilakukan dengn melihat pergerakan dan fisik. Apabila pergerakan ikan atau terdapat keadaan abnormal pada fisiknya, maka diduga ikan tersebut terserang penyakit. Langkah yang dapat dilakukan yaitu mengkarantina ikan dalam wadah lain.
  4. Meletakkan akuarium di dalam ruangan. Akuarium sebaiknya tidak diletakkan di luar ruangan karena akan dipengaruhi oleh suhu ruang. Intensitas hujan dan cahaya matahari akan mempengaruhi secara signifikan terhadap suhu air dalam akuarium. Bahkan air hujan yang masuk ke dalam akuarium akan memperburuk kualitas air terutama pH.
  5. Memastikan pencahayaan cukup. Pencahayaan dalam akuarium dapat dioptimalkan dengan pemasangan lampu. Lampu harus selalu dinyalakan agar ikan mendapat penerangan yang cukup. Dalam kondisi cahaya yang kurang, nafsu makan ikan juga berkurang karena tidak mampu melihat secara jelas.
  6. Membersihkan filter akuarium. Filter akuarium perlu dibersihkan terlebih dahulu agar mampu menyaring partikel kotoran selama ditinggal mudik. Filter yang kotor tidak akan mampu menyaring air dan memperbanyak kotoran dalam akuarium. Filter yang baik terdiri dari filter fisika, biologi, dan kimia. Filter fisika berfungsi menyaring padatan kotoran seperti japmat. Filter biologi berfungsi menumbuhkan bakteri baik seperti bioball, bioring, dan kaldness. Filter kimia berfungsi menstabilkan pH air, contohnya oyster shell. Arus listrik juga perlu selalu dinyalakan agar sirkulasi akuarium tetap berjalan.

Adakalanya seorang pemudik membawa ikan hidup dari kampung halamannya untuk kemudian dipeliharan di tempat baru. Fenomena ini secara langsung turut memboyong ikan dengan perjalanan yang cukup jauh. Alih- alih memasukkan ikan langsung ke akuarium, sebaiknya dilakukan penangan terlebih dahulu. Penanganan memberi kesempatan pada ikan untuk mengenali dan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Berikut merupakan penanganan yang dapat dilakukan pemudik untuk ikannya.

  1. Mengarantina ikan yang sakit. Perjalanan panjang saat mudik dapat mengakibatkan ikan stres. Bahkan ikan akan sakit jika mengalami stres berlebihan. Apabila mengetahui adanya ikan sakit seperti pergerakan yang tidak aktif, bahkan ada ikan yang mati, sebaiknya segera dikarantina terlebih dahulu di wadah yang berbeda.
  2. Memastikan kualitas air. Pemasangan filter bertujuan agar kotoran pada air dapat disaring. Suhu yang hangat, oksigen terlarut, dan intensitas cahaya yang baik akan menunjang kelangsungan hidup ikan. Setelah mengarantina ikan, sebaiknya akuarium langsung dikuras agar mengembalikan kualitas air dalam keadaan optimal. Partikel-partikel limbah seperti feses dan sisa pakan mengandung amonia akan mengendap sehingga harus dikuras.
  3. Aklimatisasi. Aklimatisasi adalah proses paling penting dalam adaptasi ikan. Aklimatisasi dapat dilakukan dengan menaruh kantong plastik berisi air dan ikan dalam akuarium. Setelah 15-30 menit, membuka plastik dan membiarkan ikan keluar dengan sendirinya. Hal ini bertujuan agar ikan dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru yang ditempati.
  4. Pemuasaan. Pemberikan pakan setelah dibawa perjalanan sebaiknya tidak dilakukan. Beri jeda waktu cukup lama sebelum diberi makan. Goncangan saat perjalanan membuat ikan stres dan apabila diberi pakan akan dimuntahkan. Setelah jangka waktu 3-6 jam, baru ikan dapat diberi makan.
Aklimatisasi ikan saat dipindah ke akuarium. Foto: Youtube

Kualitas air ikan bervariasi karena setiap spesies memiliki kondisi optimal yang berbeda-beda. Terdapat rata-rata kualitas air yang dapat memenuhi kondisi optimal yaitu suhu air antara 22-30 ˚C, pH 5-7, DO 22-30 ˚C, dan amonia <1 mg/liter.

Penulis: Ijl Taqiy Christya Dewanta Arthur Archiles (Mahasiswa Akuakultur FIKKIA)

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *