FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

UNAIR-Griffith University Serahkan 30 bibit TOGA untuk Perkuat Kemandirian Kesehatan Lokal Desa Kemiren

KABAR FIKKIA – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Griffith University, Australia, secara resmi melaksanakan penyerahan simbolis 30 paket Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada masyarakat Desa Adat Kemiren, Banyuwangi, pada Rabu (11/02/2026). Ini menjadi langkah konkret penguatan kemandirian kesehatan berbasis kearifan lokal. Inisiatif yang merupakan bagian dari rangkaian International Community Service ini bertujuan memberikan solusi kesehatan mandiri bagi warga dengan memanfaatkan potensi tanaman herbal guna mendukung derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan melibatkan akademisi dan pemangku kebijakan strategis dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Program ini memastikan bahwa transfer pengetahuan global dapat diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata yang menyentuh kebutuhan dasar kesehatan keluarga di tingkat akar rumput.

Manifestasi Kemandirian Lokal Melalui Distribusi 30 Tanaman Herbal

Implementasi kemandirian kesehatan pada acara puncak ini diwujudkan melalui distribusi total 30 tanaman herbal. Paket TOGA diserahkan langsung kepada warga desa sebagai wujud nyata dari pengabdian masyarakat. Tanaman tersebut mencakup enam jenis tanaman unggulan, yaitu serai, kunyit, jahe, lempuyang, daun mint, dan kencur. Penyerahan ini difasilitasi oleh dosen FIKKIA UNAIR, Diansanto Prayoga, S.KM., M.Kes. dan Syifa’ul Lailiyah, S.KM., M.Kes.,. Keduanya telah memastikan bahwa bantuan ini menjadi tindak lanjut efektif atas identifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat. Melalui ketersediaan bibit tanaman obat ini, masyarakat diharapkan memiliki akses langsung terhadap bahan baku pengobatan alami. Selanjutnya, warga dapat membudidayakan sendiri di pekarangan rumah masing-masing.

Ragam Tanaman dan Manfaat Strategis bagi Kesehatan Keluarga

Setiap jenis tanaman yang diserahkan memiliki fungsi farmakologis spesifik yang sangat relevan untuk menjaga kesehatan anggota keluarga secara preventif dan alami. Serai dimanfaatkan untuk melancarkan sistem pencernaan serta memberikan efek relaksasi guna meredakan kecemasan, sementara kunyit berperan sebagai anti-inflamasi alami yang efektif dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jahe berfungsi untuk menghangatkan suhu tubuh dan meredakan gejala mual, sedangkan lempuyang memiliki khasiat dalam meningkatkan nafsu makan serta membantu meredakan peradangan. Untuk aspek kesehatan pernapasan, daun mint disediakan guna memberikan kesegaran sekaligus mengatasi gangguan lambung ringan, sementara kencur berfungsi sebagai pereda batuk alami dan memberikan efek menenangkan pada saluran pencernaan.

Peran Strategis TOGA dalam Keberlanjutan Program Kesehatan

Dalam kerangka besar upaya peningkatan literasi kesehatan, TOGA memegang peranan vital sebagai instrumen preventif yang mendorong keluarga untuk mengelola gangguan kesehatan ringan secara mandiri. Distribusi ini merupakan manifestasi dari sinergi akademisi yang menghargai nilai-nilai budaya setempat, di mana masyarakat didorong untuk menghidupkan kembali tradisi pengobatan herbal yang selaras dengan kearifan lokal masyarakat Osing. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga dalam merawat dan memanfaatkan tanaman tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehat di lingkungan keluarga. Dengan demikian, kolaborasi antara UNAIR dan Griffith University tidak hanya menghasilkan data analitis, tetapi juga meninggalkan jejak manfaat berkelanjutan yang memperkuat ketahanan kesehatan mandiri bagi seluruh warga Desa Kemiren.

Penulis: Satria Farrely

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *