KABAR FIKKIA – Pemetaan potensi peternakan secara langsung di lapangan telah usai mendorong Tim Abdimas Optimalisasi Produktivitas Ternak Domba dan Kambing Secara Berkelanjutan Melalui Integrasi Keuangan, Pakan, dan Limbah (KPI) bergeser ke tahap berikutnya. Kegiatan tersebut melibatkan kelompok peternak lokal Banyuwangi Goat Sheep Breeder. Tim pengmas yang terdiri dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kini memberikan sosialisasi pengolahan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomis. Salah satu langkah yang dirancang khusus berdasarkan kondisi riil peternak di lapangan. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (18/10/2025) di salah satu peternakan pegiat Banyuwangi Goat Sheep Breeder di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Launching Hasil Pemetaan
Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Faisal Fikri, drh., M.Vet. terlebih dahulu memperkenalkan hasil pemetaan digital berbasis GPS dari dua dusun di Desa Sumberagung. Hasil pemetaan dapat menjadi dasar data pengembangan potensi peternakan lokal. Masyarakat juga tidak perlu bingung lagi dengan pertanyaan terkait jumlah maupun persebaran jenis kelamin ternak secara spesifik. Peta yang dihasilkan berhasil memetakan data tersebut baik kambing, domba, maupun sapi.
“Peternak juga dapat mengetahui jumlah ternak perorangan jika mengakses peta secara digital didalam aplikasi,” katanya.
Pengelolaan Limbah dan Peningkatan Pemasaran
Sosialisasi menjadi langkah konkret dari pemetaan potensi ternak yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim. Setiap kandang punya potensi yang belum terkelola maksimal berupa hasil samping ternak seperti kotoran dan urin menjadi sesuatu yang bernilai sekaligus membuka wawasan baru.
“Materi sosialisasi terfokus dalam tiga materi dari dosen Teknik Lingkungan dan Ekonomi Pembangunan UNAIR,” tutur Kepala Departemen FIKKIA itu.
Pertama adalah cara sederhana mengolah kotoran kambing menjadi biogas untuk energi rumah tangga yang dibawakan oleh Dwi Ratri Mitha, S.T., M.T.(Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR). Kedua yaitu teknik vermicomposting untuk menghasilkan pupuk organik dan pakan menggunakan cacing dari Dr. Rizkiy Amaliyah Barakwan S.T. (Dosen Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR).
Ketiga merupakan strategi pemasaran hasil ternak dan produk olahan secara digital dan mandiri dari Angga Erlando S.E., M.Ec.Dev (Dosen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Selama ini, banyak peternak kecil mengandalkan penjualan susu atau daging sebagai satu-satunya sumber pendapatan. Tapi hasilnya fluktuatif, dan kadang tidak mencukupi biaya operasional. Limbah ternak pun sering kali dibiarkan menjadi sumber pencemaran lingkungan.
Lewat sosialisasi itu, peternak akan dikenalkan pada cara-cara hemat biaya ya g mudah diterapkan dan berdampak langsung pada pendapatan dengan memanfaatkan yang sudah peternak miliki yakni ternak dan limbah. Selain itu, hasil pemetaan potensi menunjukkan bahwa wilayah ini punya kekuatan besar dalam hal jumlah ternak, kemauan belajar peternak, serta dukungan komunitas.
“Sosialisasi diharapkan menjadi pemicu awal bagi perubahan menuju peternakan yang mandiri, berkelanjutan, dan menguntungkan,” tutupnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
