FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Update Ilmu Parasit Hewan Air, FIKKIA Gelar Online Workshop Bersama University of Çukurova 

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi terus mengedepankan aspek kolaborasi dalam rangka memberikan update keilmuan. Kali ini, FIKKIA UNAIR menghadirkan Online Workshop Identification of Marine Parasites (Sea Lice) bersama University of Çukurova  sebagai pembaharuan ilmu identifikasi parasit hewan laut bagi civitas akademika. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa Cukorova, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Akuakultur dan Kedokteran Hewan FIKKIA, serta BRIN sebagai mitra. Workshop terselenggara secara daring melalui zoom meeting pada Rabu (28/8/2024).

Ketua Research Group Animal Biomedical and Conservation UNAIR, Aditya Yudhana drh., M.Si. kembali menginisiasi koneksi jejaring internasional. Salah satunya dengan profesor bidang parasitologi yaitu Prof. Dr. Agun Akif OZAK. Beliau merupakan expertise ektoparasit air yang akan meneliti bersama dalam kolaborasi riset di Banyuwangi. Wilayah perairan Banyuwangi dengan garis laut yang panjang memiliki potensi ektoparasit air dengan biodiversitas yang melimpah. Riset ektoparasit terutama genus caligus masih berjumlah sedikit dan belum banyak yang teridentifikasi hingga tingkat spesies. Banyuwangi dapat menjadi tempat preliminary studies yang mungkin dapat menemukan keragaman yang lebih padat daripada Turki. Sehingga melalui studi yang akan dilakukan dapat menjadi bahan awal untuk selanjutnya melakukan pemetaan wilayah dan spesies ektoparasit pada ikan di Banyuwangi.

Pengelolaan data spesimen oleh Prof. Dr. Agun

Prof. Dr. Agun menerangkan terkait tata cara dan metode collecting sampel yang pada fase awal investasi hanya berukuran mikroskopik. Collecting  makhluk yang tak tampak secara makroskopis dapat menggunakan swab maupun jarum khusus berukuran kecil pada permukaan biota laut yang diperiksa. Setelah mendapatkan sampel, proses transportasi harus diperhitungkan dengan baik. Caranya dapat menggunakan penyimpanan etanol absolut sebagai pelunak golongan copepoda dengan struktur tubuh yang sangat keras. Penggunaan alkohol 70%, 90% maupun formalin 10% dinilai kurang efektif dan menghasilkan hasil yang kurang memuaskan untuk lanjut dalam proses diagnostik molekular. Sampel yang telah didapatkan akan identifikasi mikroskopik, sequencing, hingga identifikasi morfologi secara keseluruhan.

Kolaborasi riset akan dilakukan dengan pengambilan sampel di Banyuwangi dan proses lebih lanjut dalam pemeriksaan akan berada di Turki. Dampak kerjasama bersama mitra internasional akan meningkatkan pembiayaan project  dan sharing technology. Luaran dapat terus dimaksimalkan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan publikasi internasional dalam rangka memperkuat tridharma FIKKIA UNAIR. Aditya berharap proses riset dapat mulai dalam segera mungkin dengan waktu riset yang tentu akan panjang. Awal akan menjadi preliminary studies dalam mengerucutkan spesies biota laut yang lebih beresiko.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-14 Life Below Water, ke-15 Life on Land dan ke-17 Partnership for the Goals

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *