FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Update PTM Banyuwangi di Semnas Dies Natalies ke-11 Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR

KABAR FIKKIA – Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia kini menjadi tantangan besar bagi pembangunan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah urban. Peningkatan prevalensi PTM yang signifikan tidak hanya menekan sistem layanan kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan sosial masyarakat.

Menyikapi tren ini, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam Universitas Airlangga Banyuwangi menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Membalik Tren Global: Menjawab Epidemi PTM Melalui Revolusi Gaya Hidup dan Kekuatan Kesehatan Masyarakat”, Sabtu (18/10/2025), di Aula Kampus Mojo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis Prodi Kesehatan Masyarakat, sekaligus forum strategis untuk memperkuat kolaborasi multi-sektor dalam pencegahan dan pengendalian PTM berbasis komunitas.

Seminar dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banyuwangi, perwakilan SMA, serta puskesmas wilayah Benyuwangi kota. Narasumber Amir Hidayat, S.KM., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, memaparkan kondisi PTM terbaru di Banyuwangi.

Masyarakat Rentan PTM

Amir menjelaskan bahwa penyakit tidak menular kini menjadi ancaman utama bagi kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil surveilans dan Profil Kesehatan Banyuwangi 2024, prevalensi hipertensi dan diabetes melitus di wilayah urban mengalami peningkatan signifikan. Hasil skrining juga menunjukkan 50–60% masyarakat di beberapa desa memiliki tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang tidak normal. Selain itu, 93,1% penduduk kurang beraktivitas fisik, dan 62% mengalami dislipidemia.

Program Preventif Pemkab Banyuwangi

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mengembangkan sejumlah inovasi unggulan berbasis partisipasi masyarakat. Diantaranya Kampung CERDIK, Gerbang Pantura, dan PERISAI DIRI.
Program Kampung CERDIK (Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) diatur dalam Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 26 Tahun 2020. Kampung CERDIK bertujuan memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan deteksi dini faktor risiko PTM di tingkat dusun atau RW.

Inovasi Gerbang Pantura (Gerakan Banyuwangi Pantau Tekanan Darah) mendorong skrining tekanan darah rutin bagi masyarakat usia 15 tahun ke atas, dengan penyediaan alat tensimeter digital di setiap RT/RW melalui dukungan CSR dan swadaya masyarakat.

Sementara PERISAI DIRI (Perempuan Banyuwangi Sadar IVA dan Sadari) berfokus pada peningkatan cakupan deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui tes IVA, pemeriksaan SADANIS, serta promosi vaksinasi HPV.

Baca juga: Seminar Dies Natalis 11, Prodi Kesehatan Masyarakat Ajak Seluruh Kalangan Cegah Kejadian PTM

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menggandeng lintas sektor melalui program Sekolah Asuh Sehati (SAS) dan Pesantren Sehat. Program tersebut berfokus pada perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Banyuwangi juga memiliki layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Urologi) di RSUD Blambangan sebagai pusat layanan PTM terpadu.

“Penyakit tidak menular tidak bisa disembuhkan hanya dengan obat dan alat, tetapi dengan perubahan perilaku, solidaritas sosial, dan komitmen lintas sektor,” tegas Amir.

Amir juga mengajak seluruh peserta seminar untuk terus melanjutkan Gerakan Banyuwangi Sehat dan Banyuwangi CERDIK sebagai upaya membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan bahagia.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *