BERITA SIKIA – Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program nasional di bidang sanitasi yang bersifat lintas sektoral yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 2008. STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.
Mendukung dan mewujudkan tercapainya target SDG’s, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat SIKIA UNAIR turut serta melakukan verifikasi eksternal Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi. Mahasiswa bersama kader, verifikator puskesmas, serta Tim STBM dari Kelurahan Tamanbaru melakukan validasi kepada 550 keluarga di 9 Rukun Warga. Validasi dilakukan dengan cara mendatangi dan memeriksa langsung ke rumah warga pada Sabtu, 11 Maret 2023.
Sebelum turun lapangan, mahasiswa terlebih dahulu diberi pembekalan oleh Puskesmas Sobo. Validasi bertujuan untuk memastikan apakah masyarakat di sana sudah melaksanakan 5 pilar STBM atau tidak. Adapun 5 Pilar STBM yang dimaksud adalah sebagai berikut:
- Stop Buang Air Besar Sembarangan.
- Cuci Tangan Pakai Sabun.
- Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga.
- Pengamanan Sampah Rumah Tangga.
- Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
Mahasiswa selaku validator melakukan pengecekan kondisi dapur dan kamar mandi. Selain itu, mahasiswa yang bertugas juga menanyakan beberapa pertanyaan sebagai data dukung implementasi 5 pilar STBM

Pengamanan sampah rumah tangga juga tidak luput dari perhatian. Salah satu mahasiswa Indah Nursafitri, berkunjung ke rumah warga Tamanbaru yang rumahnya menjadi salah satu pusat pendidikan dan pembelajaran terkait sampah. Rumah ini bernamakan “Rumah Edukasi Pilah dan Olah Sampah Banyuwangi” yang didirikan oleh dr. Bintari Wuryaningsih bersama suaminya. Rumah Edukasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mengajak masyarakat Banyuwangi terutama warga Tamanbaru untuk lebih peduli lagi terhadap permasalahan sampah yang ada di sekitar.
dr. Bintari memberikan penjelasan bagaimana cara memilah dan mengolah sampah dengan bijak. Berbagai macam produk inovasi dari sampah organik yang telah dibuat antara lain kompos takakura, eco enzyme, Mikro Organisme Lokal (MOL), dan Pupuk Organik Cair. Tak hanya itu, dr. Bintari juga menerapkan sistem bertanam organik di kebun yang ada di rumahnya.

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi permasalahan sampah organik rumah tangga. Potongan sayur mayur yang tidak dikonsumsi seperti batang dan akar, sisa kulit buah, serta limbah organik lainnya dapat diolah menjadi kompos takakura.
“Selain itu, kita juga bisa membuat eco enzyme yang bermanfaat untuk penyembuhan luka, sabun cuci piring, pembersih lantai, dan produk lain.” imbuhnya.
Terlibatnya mahasiswa Kesehatan Masyarakat dalam kegiatan validasi 5 Pilar STBM menjadi media belajar dan penerapan promosi kesehatan kepada masyarakat. Hasil validasi yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dianalisa dan dilakukan pemetaan penerapan sanitasi di Kelurahan Tamanbaru.
Penulis: Gilang Avrilio Akbari
Editor: Acn
