FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Visitasi Kemendikbud PPK ORMAWA ke FIKKIA UNAIR


KABAR FIKKIA
– Kesuksesan kembali diukir Tim PPK KOMIKAT Konservasi Alam FIKKIA UNAIR. Konsep desa tabib telah mengantarkan mereka menuju Abdidaya PPK ORMAWA 2023. Visitasi Kemendikbud Ristek diselenggarakan pada Selasa (07/11/2023) di Ruang sidang Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR. Bertindak seagai asesor yakni Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia) , perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Amelinda Gamarosa Tutupoho (Universitas Negeri Jakarta). Kedatangan assesor bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap Tim PPK ORMAWA FIKKIA UNAIR dan Tim PPK ORMAWA Universitas Muhammadiyah Jember

Gagasan desa tabib bermula dari potensi keragaman tanaman obat keluarga (TOGA) yang ada di Desa Tamansari, Licin, Banyuwangi. TOGA tersebut diolah menjadi aneka jamu modern yang disukai kaum muda. Mahasiswa yang terdiri dari Shinta Tri Ananda Putri (Kesmas), Mohammad Fikriansyah Harjono (Kesmas), Asroful Waro’faid Sukamto (Kesmas) terus melakukan kebaruan terhadap produk yang dihasilkan. Dalam mengembangkan inovasinya mereka didampingi oleh Susy Katikana Sebayang, SP., Msc.,PhD.

Sebayak 15 mahasiswa tim pelaksana telah melakukan konservasi di tiga dusun yang ada di Desa Tamansari. Masing-masing kelompok bersama lima warga bersama sama melakukan penanaman kembali jenis TOGA seperti paku cakar ayam, kecombrang, telang, dan ragam rimpang. Mahasiswa bersama mitra yang terlibat langsung juga rutin melakukan sosialisasi manfaat TOGA serta pelatihan penanaman dan perbanyakan tanaman.

Baca juga: Pelatihan Budidaya dan Pembagian Bibit TOGA Tim PPK Komikat Konservasi SIKIA UNAIR ke Masyarakat Desa Tamansari

Kolaborasi UNAIR, Pemerintah Desa, dan mitra menjadi poin krusial yang ditanyakan Prof. Uyu. Peran dan komitmen ketiganya merupakan penentu keberhasilan agar program yang telah ada terus berlanjut pada kemandirian masyarakat. Guru Besar Ilmu Pendidikan Luar Sekolah tersebut juga mengkonfirmasi legalitas kerjasama yang telah dilakukan.

“Maka dari itu, adanya legalitas hitam diatas putih menjadi penguat kerjasama ini. Komitmen bersama harus tetap terjaga agar manfaatnya dapat dirasakan, terutama dampak ekonomi bagi warga desa.” Tambahnya.

Hidangan jamu yang dihasilkan oleh Tim PPK KOMIKAT Konservasi Alam dan warga Desa Tamansari telah menjadi hidangan utama penyelanggaraan event internasional FIKKIA UNAIR.

Baca juga: FIKKIA Kenalkan Jamu Modern Hingga Susu Kambing pada Mahasiswa Asing di Pembukaan AICONVAS 2023

Menurut Shinta selaku ketua, ini menjadi langkah awal mengenalkan produk lokal ke ranah global. Pemasaran produk juga dilakukan saat bazar car free day di Taman Blambangan tiap akhir pekan.

Visitasi assessor secara tidak langsung menjadi wadah bertukar pikiran, bagaimana program berlanjut ke arah industri yang lebih besar. Mengembangkan kolaborasi mitra industri agar produk dikenal luas ke masyarakat.

Penulis: Avicena C. Nisa
Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *