FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Waspadai Gejala Tumor Otak

KABAR FIKKIA – Wakil Dekan Bidang Akademik FIKKIA UNAIR Banyuwangi, Dr. Rahadian Indarto Susilo, Dr., Sp.BS. (K)​ kembali membagikan edukasi penting tentang tumor otak. Termasuk saat menjadi narasumber channel youtube Dokter UNAIR TV pada Minggu (08/06/2025). Tumor otak sendiri merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol pada bagian otak. Kondisi tumor yang mengalami metastasis dan mengganas berubah menjadi kanker. Penyebab tumor secara pasti sampai saat ini masih belum dapat diketahui. Mutasi sel ditengarai menjadi pemicu terbentuknya tumor akibat dari radikal bebas, radiasi, maupun mekanisme tumor supresor gen genetik. Terkini, penyebaran tumor dari bagian tubuh lain semakin sering ditemukan.

Waspadai Gejala Berikut

Masyarakat dihimbau jangan meremehkan sakit kepala. Gejala tumor memang mirip dengan kondisi sakit kepala yang umum terjadi. Seperti kemunculan sakit kepala hebat pada pagi hari dengan intensitas yang semakin memberat setiap hari walaupun minum obat dengan normal. Gangguan penglihatan juga dapat terjadi akibat respons peningkatan tekanan.

Pasien dewasa mengalami kejang tanpa memiliki riwayat kejang sebelumnya. Perubahan perilaku pada kondisi tumor kepala bagian depan. Waspadai juga gangguan keseimbangan pada anak. Dari yang jalannya bagus menjadi sempoyongan karena tumor pada anak sering terjadi pada bagian otak kecil. Memang kondisi tersebut masih belum tentu merupakan tumor otak.

Respons alarm nyeri kepala menjadi sinyal penting untuk melakukan screening. Dengan proses pembentukan tumor otak yang terjadi secara kronis melalui proses waktu panjang menjadi kesempatan untuk ditemukan sedari dini. Semakin awal ditemukan, angka kesembuhan semakin baik. Dari kemunculan gejala tersebut, masyarakat didorong memeriksakan diri pada layanan kesehatan. Dokter akan menentukan berbagai pemeriksaan pendukung. Pemeriksaan paling baik menggunakan mesin MRI untuk memperoleh gambaran secara lengkap.

Saat ini tumor otak dapat mendapatkan manajemen terapi dengan angka kesembuhan yang lebih baik dibandingkan 20 tahun lalu. Penanganan dapat dilakukan melalui operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Pengobatan bertujuan meningkatkan quality of life pasien. Jangan menunda operasi hingga merasakan gejala memburuk untuk mendapatkan manajemen terapi yang lebih baik. Dukungan nyata bagi pasien tumor otak sangat penting dalam mendukung kualitas tereupitika pasien untuk kesembuhan.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *