KABAR FIKKIA – 1300 wisudawan dari 17 fakultas dan sekolah di Universitas Airlangga (UNAIR) telah resmi diwisuda. Prosesi wisuda digelar pada sabtu (28/09/2024), di Airlangga Convention Center, Kampus C. Wisuda 244 meluluskan wisudawan jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor. Daffa Zahrin Khatulistiwa (Akuakultur 2020) berkesempatan menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan yang hadir. Terdapat 27 mahasiswa FIKKIA dari 3 Prodi Kesehatan Masyarakat dan Akuakultur, yang diwisuda pada hari itu.
Selalu Bersyukur dan Bertanggungjawab
Kemudian Rektor UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE, MT, Ak, CA, juga memeberikan sambutan, dalam sambutannya, mengajak seluruh wisudawan untuk bersyukur atas pencapaian mereka. “Tidak banyak orang yang memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, apalagi di Universitas Airlangga. Bersyukurlah dan berbahagialah,” tegas Prof. Nasih.
Prof. Nasih juga mengingatkan para lulusan tentang tanggung jawab besar yang menanti mereka setelah meninggalkan aula wisuda. Ia menekankan pentingnya mengamalkan ilmu demi kemaslahatan masyarakat dan bangsa. “Ilmu yang tidak dimanfaatkan dan disebarkan tidak ada artinya,” ujar Rektor UNAIR. Ia juga mengingatkan para wisudawan untuk selalu menjaga nama baik UNAIR dan menjadi individu yang HEBAT: Humble, Excellent, Berani, Aktif, dan Taqwa.
Sambutan Inspiratif dari Daffa Zahrin Khatulistiwa
Daffa menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada dosen dan tenaga kependidikan UNAIR yang telah menjadi pilar utama dalam perjalanan akademisnya. “Terima kasih kepada bapak ibu dosen yang telah membimbing kami selayaknya orang tua sendiri,” ujarnya dengan penuh hormat. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada orang tua para wisudawan yang telah mendukung dengan penuh cinta dan pengorbanan.

Mengulas perjalanan empat tahun ke belakang, Daffa mengenang tahun-tahun penuh tantangan saat dunia menghadapi pandemi COVID-19. “Angkatan 2020 adalah angkatan yang merasakan beratnya perkuliahan online di tengah masa sulit pandemi. Namun, kita berhasil melaluinya dengan semangat pantang menyerah,” ujar Daffa. Ia menambahkan bahwa kebanggaannya menjadi bagian dari UNAIR semakin kuat setelah menghadapi tantangan besar tersebut.
Sebagai mahasiswa program studi Akuakultur di Banyuwangi, Daffa sempat meragukan kualitas fasilitas di kampus cabang. Namun, setelah menjalani kuliah, ia menyadari bahwa FIKKIA memiliki fasilitas lengkap dan tidak kalah dengan kampus pusat di Surabaya. “Dengan adanya laboratorium yang memadai dan lokasi strategis di dekat laut, banyak tersebar tambak budidaya, memudahkan untuk penelitian dan riset, kami di Banyuwangi sangat terbantu dalam menunjang kegiatan belajar,” jelasnya.
Penyerahan Wisudawan Terbaik dan Berprestasi
Wisudawan berprestasi FIKKIA diberikan kepada Daffa Zahrin Khatulistiwa. Prestasi terbaiknya adalah memenangkan Silver medal 5th International Malaysia Indonesia Thailand Symposium on Innovation and Creativity, Universitas Riau 2023. Sedangkan kategori mahasiswa terbaik diraih oleh Lina Setiawati dari Prodi Kesehatan Masyarakat dengan perolehan IPK 3,79.
“Hasil membanggakan hari merupakan buah kerja keras, dedikasi, kepatuhan, dan ketawadhukan terhadap dosen, pembimbing, pelatih, serta mau menerima kritik saran yang membangun”. Ungkap Daffa dalam sambutannya.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR Banyuwangi, Prof. Dr. Soetojo, dr. Sp.U.(K). hadir memberikan selamat dan menyerahkan ijazah kepada wisudawan FIKKIA UNAIR Banyuwangi. Terdapat 27 wisudawan yang terdiri dari 15 mahasiswa Prodi Akuakultur dengan gelar S.Pi, dan 12 mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat dengan gelar S. KM.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
