FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Workshop Kelas Klinik FIKKIA UNAIR: Pengecekan USG dan Pemeriksaan Klinis pada Kucing

KABAR FIKKIA – Program kerja HMKH Imvet DAC FIKKIA Universitas Airlangga menggelar Workshop Kelas Klinik pada Minggu (21/09/2025). Bertempat di Kampus Giri FIKKIA, 30 mahasiswa kedokteran hewan melakukan praktik penggunaan ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan klinis bersama drh. Tridiganita Intan Solikhah, M.Si. Setiap mahasiswa mendapat kesempatan melakukan prosedur pemeriksaan hewan kucing secara langsung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan keterampilan medis mahasiswa yang menyediakan pemahaman dan praktik dari metode diagnostik modern.

HMKH Imvet DAC (Domestic Animal Care) adalah divisi minat veteriner yang berfokus pada kesehatan dan perawatan hewan domestik, terutama hewan kecil seperti kucing dan anjing.

Mengenal Ultrasonografi

Pemakaian gelombang USG biasa digunakan dalam mendeteksi kondisi organ dan jaringan dalam tubuh kucing. USG merupakan teknik pencitraan medis yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran struktur internal secara non-invasif. Alat USG dilengkapi probe (transduser) yang ditempatkan pada permukaan tubuh kucing setelah diberikan gel konduktif untuk memudahkan transmisi gelombang suara.

Tahapan pemeriksaan USG pada kucing dimulai dengan memastikan hewan dalam kondisi tenang dan mengurangi stres. Dilanjutkan dengan mencukur bersih area yang akan dipindai agar gelombang suara dapat menembus dengan optimal. Kucing biasanya diposisikan dalam posisi dorsal recumbency (punggung di bawah) agar dokter hewan dapat melakukan scan secara optimal. Probe USG kemudian diletakkan dan digerakkan secara hati-hati untuk mendapatkan gambaran organ yang lengkap, mulai dari jantung, lambung, ginjal hingga organ reproduksi.

Selain USG, kegiatan ini juga mengajarkan pemeriksaan klinis dasar. Pemeriksaan meliputi pengecekan suhu tubuh menggunakan termometer, pengukuran detak nadi, serta pemeriksaan fisik lainnya yang esensial untuk menilai kondisi kesehatan kucing secara menyeluruh.

Pentingnya Pemeriksaan USG

Salah satu temuan menarik yang sering dialami adalah kondisi kucing dengan perut yang terlihat besar namun saat dilakukan USG tidak ditemukan adanya janin. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kehamilan palsu (pseudopregnancy) akibat ketidakseimbangan hormon yang membuat kucing menunjukkan tanda-tanda hamil tanpa sebenarnya mengandung anak. Penyebab lain bisa berupa penumpukan cairan dalam rongga perut, pembesaran organ, infeksi, ataupun tumor.

Bantuan USG membuat dokter hewan dapat melakukan diagnosis lebuh tepat sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Menghindarkan kesalahan diagnosa bila hanya mengandalkan tanda fisik luar.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka sangat tertarik dan aktif menjalani setiap sesi, khususnya praktik pemeriksaan USG dan pemeriksaan klinis.

“Materi yang disampaikan informatif, dan praktik membuat saya lebih paham cara melakukan pemeriksaan kesehatan kucing secara tepat,” ungkap Vanesa (KH 23)

HMKH Imvet DAC FIKKIA berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai program rutin untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi dokter hewan profesional yang menguasai teknik pemeriksaan modern dan memberikan pelayanan terbaik untuk hewan peliharaan.

Dengan penggunaan USG secara tepat dan rutin, deteksi dini berbagai penyakit dapat dilakukan dengan efektif, mendukung pengendalian kesehatan hewan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *