KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melaksanakan Yudisium periode Mei. Kegiatan akademik itu berlangsung Selasa (20/5/2025) di ruang M201 Kampus Mojo. Terdapat 13 mahasiswa dari tiga program studi yang diyudisium. Yakni S1 Kedokteran Hewan sebanyak enam mahasiswa, S1 Akuakultur sejumlah tiga mahasiswa, dan S1 Kesehatan Masyarakat berjumlah empat mahasiswa.
Bawa Nama Besar sebagai Alumni UNAIR
Dekan FIKKIA, Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K) menekankan bahwa yudisium adalah momen penting yang tidak bisa diwakilkan. Ia menyampaikan pesan kepada para lulusan agar tidak berhenti dalam menuntut ilmu. Selain itu, Dekan mengingatkan agar lulusan selalu menjunjung tinggi moto Universitas Airlangga yaitu“Excellence with Morality” serta nilai-nilai HEBAT dalam setiap langkah meniti karir. Kebesaran nama UNAIR juga menjadi rujukan bagi mahasiswa untuk senantiasa mementingkan moral dalam berpikir dan berkarya.
“Ilmu sangat penting, baik untuk bekal bekerja maupun menciptakan lapangan kerja sendiri. Ke depan, kebutuhan terhadap lulusan S2 dan S3 akan semakin tinggi. S1 saja belum cukup,” ujar Dekan.
Senada dengan dekan FIKKIA, Kepala Departemen FIKKIA, Prayogo, S.Pi., M.P., menegaskan pentingnya melanjutkan studi pascasarjana. Pendidikan S2 maupun S3 memberikan keunggulan kompetitif yang sangat dibutuhkan di era profesional sekarang, terutama ketika lapangan kerja makin selektif dan persaingan makin ketat.
“Dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kalian akan memiliki kesempatan lebih besar untuk menduduki posisi strategis, menjadi peneliti, pengajar, atau pembuat kebijakan di bidang masing-masing,” tambahnya.
Ia pula menambahkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan untuk tidak hanya berbekal ijazah, namun juga kapasitas berpikir kritis, inovasi, dan kepekaan terhadap isu-isu sosial serta lingkungan.
Tonggak Kelulusan yang Membahagiakan

Perwakilan peserta yudisium, Cheisa Alfii (KH 2021), menyampaikan kesan dan pesan mendalam selama berkuliah di FIKKIA. Cheisa mengatakan bahwa proses pembelajaran di FIKKIA tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga melatih mental, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sebagai calon tenaga profesional di bidang kesehatan hewan.
“Saya merasa bangga bisa belajar di kampus dengan fasilitas yang memadai. Ini jadi bekal bagi kami untuk menjadi kolega yang siap berkontribusi di masyarakat” ungkapnya.
Peserta yudisium lain dari Kedokteran Hewan angkatan 2021 yakni Achmad Julian Andris juga menyatakan rasa syukurnya. Julian senang bisa lulus dari FIKKIA, karena perjuangan yang telah dilakukan menguras tenaga dan pikiran dapat terbayar lunas.
“Walau terasa berat, kelulusan ini menjadi salah satu kunci kesuksesan di waktu yang akan datang” katanya.
Yudisium berlangsung dengan khidmat dan menjadi penanda awal langkah para lulusan menuju dunia profesional. Terdapat pula pemberian apresiasi bagi mahasiswa dengan IPK tertinggi dari masing-masing program studi turut diumumkan. Elham Zahrudin (KH) dengan IPK 3,51, Erlin Amanda Meilinasyiffa (Akuakultur) dengan IPK 3,75, dan Oktario Dinansa Khoir (KM) dengan IPK 3,85.
Penulis: Hanifa Khansa Khairunnisa
Editor: Tasya Ramadhan
