BERITA SIKIA – Langkah awal usung aplikasi recording digital bagi peternak kambing etawa, Program Peningkatan Kapasitas Ormawa HMKH x HIMAKUA Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga lakukan pendataan populasi kambing di wilayah Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari mulai Selasa (15/8/2023) hingga Senin (21/8/2023) dengan target 1 dusun perhari. Kegiatan pendataan yang dilakukan mahasiswa Prodi Kedokteran Hewan dan Akuakultur tersebut menjadi bagian mewujudkan SDGs ke 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, dan 15 tentang menjaga ekosistem daratan.
Ketua PPK HMKH x HIMAKUA, Ariel Kusumawardani mengatakan pendataan sangat penting dalam mendukung kelanjutan aplikasi digital recording. Data tersebut menjadi dasar dalam memudahkan monitoring kesehatan ternak dari jarak jauh dan dapat memberikan keuntungan secara ekonomi. Masyarakat mendukung penuh kegiatan tersebut karena sebelumnya belum pernah ada pendataan ternak kambing secara menyeluruh di Desa Telemung.

Foto: Tim HMKH x HIMAKUA
Baca juga: PPK HMKH x HIMAKUA SIKIA UNAIR Buka Kegiatan PPK Desa Telemung, Kalipuro, Banyuwangi
“Karena dari aplikasi ini juga diharapkan peternak dapat meraup keuntungan dengan penjualan kambing yang sesuai standar pasar dari pantauan populasi kewilayahan,” katanya.
Pendataan dilakukan secara door to door dengan mengunjungi setiap rumah yang memiliki ternak kambing. Didampingi oleh perangkat desa setempat seperti kepala dusun maupun RT setempat, mahasiswa melakukan pendataan terhadap 612 KK. Hasilnya terdapat kambing dengan jumlah 4176 ekor dengan rincian 3218 berjenis kelamin betina dan 958 jantan.
“Data jumlah kambing yang didapatkan di Dusun Wonosuko terdapat 784 ekor, Dusun Telemungsari ada 1002 ekor, Dusun Watugepeng ada 807 ekor, Dusun Gedor ada 479 ekor, dan Dusun Krajan sejumlah 1104 ekor,” tutur mahasiswa Kedokteran Hewan SIKIA angkatan 2020 tersebut.
Dari pendataan tersebut juga didapatkan beberapa riwayat penyakit yang pernah menjangkit kambing ternak di wilayah tersebut. Beberapa diantaranya adalah kambing sulit bunting, hypocalcemia, mastitis, abortus, dan sebagainya. Hal tersebut menunjukkan perlunya penyuluhan lanjutan terkait manajemen pemeliharaan dan reproduksi kambing.

Foto: Tim HMKH x HIMAKUA
“Dari hasil data tersebut akan dilakukan penyuluhan mengenai manajemen pemeliharan kambing dan juga kesehatan reproduksi kambing, mulai dari kebersihan hingga pakan kambing.” jelasnya.
Penyakit reproduksi merupakan salah satu penyebab kerugian terbesar peternak. Selain susah mendapatkan keturunan, juga membuat produksi susu etawa sebagai salah satu produk unggulan juga terhambat. Sehingga lewat peningkatan pengetahuan peternak, siklus produksi populasi kambing dan susu akan semakin meningkat. Serta menghindarkan penurunan ekonomi masyarakat akibat kambing yang sakit. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, PPK ORMAWA HMKH x HIMAKUA siap memberikan dampak positif bagi perkembangan peternak di Desa Telemung.
Penulis: Alfian Dzaka Fadhil Ramadhan
Editor: Avicena C. Nisa
