KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi resmi membuka Program Studi Kedokteran. Program studi ini mulai menerima mahasiswa baru angkatan pertama pada tahun 2024 melalui jalur mandiri regular dengan daya tampung 50 mahasiswa.
Untuk merayakan pencapaian ini, FIKKIA menyelenggarakan Silaturahmi Orang Tua Mahasiswa Baru (SILMABA) Kedokteran pada Selasa, (27/08/2024) di Aula Kampus Mojo. Acara ini dihadiri oleh pimpinan FIKKIA, perwakilan Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS), mitra dari fasilitas kesehatan serta para orang tua mahasiswa baru.
Acara dibuka dengan pertunjukan tari Gandrung Banyuwangi yang mendapatkan apresiasi hangat dari para undangan. Dekan FIKKIA, Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U.(K), dalam sambutannya, memperkenalkan profil fakultas yang mencakup visi, misi, serta berbagai kegiatan internasional yang telah diikuti. Beliau juga menjelaskan mitra-mitra fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan FIKKIA, seperti RSUD Blambangan, RS Al Huda, RS Yasmin, dan beberapa puskesmas mitra di Banyuwangi.
“Selamat datang di FIKKIA UNAIR Banyuwangi dan selamat atas diterimanya putra-putri bapak ibu di program studi kedokteran,” ujar Prof. Soetojo.
Tak ketinggalan, wali mahasiswa juga dihimbau mengunduh aplikasi “KAMPUS KITA” khusus orang tua. Melalui aplikasi tersebut, orang tua dapat memantau dan mengikuti perkembangan anaknya selama kuliah. Mulai dari urusan akademik, kegiatan kemahasiswaan, hingga kemajuan belajar putra-putrinya.
Pengenalan orang tua dengan mitra akademik
Salah satu keunggulan Program Studi Kedokteran FIKKIA Banyuwangi adalah fokus pada travel medicine. Kompetensi bidang ini sejalan dengan potensi wisata yang dimiliki Banyuwangi. Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS. (K) menjelaskan seputar kurikulum dan kerjasama dengan RSUD Blambangan yang menjadi rumah sakit pendidikan utama serta mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang ini. Oleh karena itu, program strategis telah disiapkan untuk mengembangkan poli travel medicine untuk pelancong yang akan ke Banyuwangi, maupun warga lokal yang hendak bepergian.
“RSUD Blambangan telah merencanakan pembangunan poliklinik travel medicine untuk melayani wisatawan dan masyarakat Banyuwangi yang bepergian,” ujar dr Nizam Fahmi, Sp.RAD dari RSUD Blambangan
Kerjasama antara FIKKIA dan RSUD Blambangan dinilai sangat strategis. RSUD Blambangan yang telah terakreditasi sebagai rumah sakit pendidikan akan menyediakan fasilitas yang lengkap bagi mahasiswa untuk belajar dan berpraktik. Selain itu, dengan fokus pada kasus-kasus yang sering ditemui di rumah sakit tipe C, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kedokteran.
Tinjau sarana dan prasarana kampus
Orang tua mahasiswa baru turut diajak berkeliling melihat kesiapan sarana dan prasarana di Kampus Mojo. Dr. Rahadian Indarto ditemani KPS Kedokteran Irfiansyah Irwadi, dr., M.Si mengunjungi kelas-kelas dan ruang ketrampilan medik yang sudah siap digunakan. Kunjungan berlanjut ke laboratorium fisiologi, laboratorium anatomi, dan laboratorium lain yang ada di dalam dan luar gedung utama.
Dalam acara SILMABA, Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS) UNAIR juga mengajak para orang tua mahasiswa untuk berdonasi. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pengembangan FIKKIA, khususnya program studi kedokteran.
“Donasi yang diberikan oleh orang tua akan dikelola secara transparan dan akuntabel,” ujar Dr. Wisudanto, S.E., M.M., CFP, ASPM perwakilan PUSPAS UNAIR.
Dengan dibukanya program studi kedokteran baru ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Banyuwangi dan sekitarnya. Selain itu, FIKKIA UNAIR Banyuwangi juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia.
Penulis: Uni Eska Mahmudi
Editor: Avicena C. Nisa
