KABAR FIKKIA – Rangkaian kegiatan program pengabdian masyarakat NYUBRICK yang digagas oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga bersama masyarakat Pulau Santen mencapai puncaknya dengan grand opening camping ground yang berlangsung meriah pada Minggu (19/10/2025) di Pantai Pulau Santen. Acara ini menjadi wujud nyata kolaborasi akademik dan komunitas dalam pengembangan potensi pariwisata berbasis lingkungan serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Pengelolaan ekowisata di Pulau Santen menjadi bagian dari pendanaan Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPBM) UNAIR.
Ketua pelaksana Nyubrick, Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes., menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan yang menggabungkan pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal.
“Nyubrick hadir untuk membangun sinergi antara akademisi dan masyarakat, agar keberlangsungan ekosistem Pulau Santen tetap terjaga, sambil mendorong partisipasi aktif warga dalam kegiatan ekonomi kreatif berbasis kelestarian,” ujar Jayanti.
Grand opening camping ground menjadi momen refleksi penting terkait masalah pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi kendala utama masyarakat Pulau Santen. Pengangkutan sampah belum berjalan rutin dan fasilitas seperti tosa belum tersedia. Oleh karena itu, kegiatan NYUBRICK juga memberikan edukasi mengenai dampak negatif sampah terhadap habitat penyu yang menjadi ikon konservasi di pulau tersebut.
Di area camping ground pengunjung bisa berwisata sambil mendirikan tenda maupun piknik sederhana bersama keluarga dan teman. Wisatawan tidak perlu takut kepanasan karena area sudah dinaungi oleh rindangnya pohon cemara udang (Dicranopteris linearis). Pengelola juga menyediakan wahana permainan anak, mushollah, toilet, gazebo, dan gerai UMKM warga agar pengunjung betah.

Mengedepankan Konsep Ekowisata
Pentingnya standar operasi prosedur (SOP) dalam kegiatan kemah pun ditekankan agar tidak mengganggu siklus penyu bertelur. Beberapa poin utama dalam SOP meliputi pengaturan intensitas cahaya agar tidak mengganggu penyu, tidak bising, penghindaran aroma menyengat dari produk seperti obat nyamuk semprot, serta penyesuaian aktivitas camping jika ada aktivitas bertelur. Terutama memasuki musim bertelur penyu.
Upaya konservasi lain yang terus dilakukan mencakup penanaman pandan laut sebagai pelindung alami habitat penyu, dengan target peningkatan secara bertahap setiap tahun.
Kelurahan Karangrejo juga menunjukkan dukungan penuh, siap membantu kebutuhan teknis dan koordinasi lapangan. Dukungan ini sangat krusial dalam memperkuat pelaksanaan program dan memastikan keberlanjutan pengelolaan camping ground yang terletak di sisi utara Pulau Santen.
Kerja sama masyarakat, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak di Pulau Santen, sangat ditekankan sebagai faktor kunci keberhasilan program. Sinergi komunitas menjadi pondasi agar kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat dijaga bersama.
Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir
Editor: Avicena C. Nisa
