
Kuda pacu menghadapi tuntutan fisik yang sangat tinggi, sehingga rentan mengalami nyeri muskuloskeletal, kelelahan, dan penurunan performa. Penanganan kondisi ini umumnya melibatkan terapi farmakologis, namun penggunaannya dibatasi oleh regulasi anti-doping dalam olahraga balap kuda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan non-farmakologis yang aman dan efektif.
Akupunktur, yang berasal dari Traditional Chinese Veterinary Medicine, semakin mendapat perhatian sebagai terapi alternatif untuk mengurangi nyeri, mempercepat pemulihan pascalatihan, serta meningkatkan kesejahteraan kuda atlet. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa akupunktur dan elektroakupunktur dapat membantu meredakan nyeri punggung, ketegangan otot, gangguan gaya berjalan, dan inflamasi, meskipun hasilnya masih bervariasi.
Perbedaan protokol terapi, ukuran sampel yang terbatas, serta kurangnya parameter performa objektif menunjukkan perlunya evaluasi kritis terhadap bukti ilmiah yang ada sebelum akupunktur diintegrasikan secara luas dalam kedokteran olahraga kuda berbasis bukti.
Tim Penyusun Infografis:
- M. Thohawi Elziyad Purnama, drh., M.Si.
- Faisal Fikri, drh, M.Vet.
- Azhar Burhanuddin, S. KH
